Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah) bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu (kanan) menyampaikan keterangan pers usai rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Rapat tersebut membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus upaya mitigasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengundang sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan bidang ekonomi mendapat apresiasi dari analis komunikasi politik Hendri Satrio. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan DPR menjalankan fungsi pengawasan secara nyata sekaligus merespons keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.
Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa mengatakan, masyarakat saat ini tengah mencermati berbagai dinamika ekonomi. Karena itu, wakil rakyat perlu hadir untuk memastikan pemerintah memiliki langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
"Sebagai wakil rakyat, apa yang dilakukan Dasco itu bagus. Dia mendengarkan rakyat yang hari-hari ini sedang gelisah soal ekonomi, lalu menindaklanjutinya dengan memanggil pihak-pihak yang memiliki kewenangan di bidang ekonomi seperti Dewan Ekonomi Nasional, Kementerian Keuangan, dan lainnya," ujar Hensa di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurut pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut, DPR tidak cukup hanya menjalankan fungsi pengawasan secara administratif. Lembaga legislatif juga harus mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan para pengambil kebijakan di pemerintahan.
Ia menilai, langkah yang dilakukan Dasco bisa menjadi contoh bagi pimpinan DPR lainnya untuk lebih aktif meminta penjelasan kepada pemerintah sekaligus mendorong lahirnya solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana penjelasan pemerintah, dan langkah yang dapat diambil. Rakyat membutuhkan wakil yang tidak hanya berbicara, tetapi juga mencari jawaban," katanya.
Hensa menegaskan, respons terhadap persoalan publik tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan di ruang publik. Menurutnya, fungsi pengawasan DPR harus benar-benar dijalankan sehingga menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga menilai para wakil rakyat perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat, termasuk ketika situasi ekonomi menjadi perhatian publik.
"Kalau rakyat sedang gelisah soal ekonomi, maka wakil rakyat harus ikut gelisah. Bukan dalam arti panik, tetapi aktif mencari jalan keluar. Pada akhirnya, tujuan politik adalah bagaimana membuat rakyat lebih sejahtera," ujarnya.
Lebih lanjut, Hensa berharap setiap forum yang digelar DPR tidak berhenti pada pembahasan semata, tetapi diikuti dengan langkah nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
"Yang penting jangan berhenti pada forum atau rapat saja. Setelah dipanggil, harus ada tindak lanjut karena publik perlu tahu apa hasilnya, apa solusi yang disiapkan, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat," katanya dikutip Antara.
Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pimpinan DPR RI menggelar rapat koordinasi dengan Dewan Ekonomi Nasional, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi nasional, potensi tantangan ke depan, serta berbagai langkah mitigasi yang perlu disiapkan pemerintah guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6), Dasco mengatakan rapat tersebut menghasilkan sejumlah pembahasan mengenai solusi yang dapat ditempuh pemerintah untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.
"Hari ini juga sudah disampaikan beberapa solusi mengenai beberapa hal yang belakangan ini kemudian terjadi," ujar Dasco.