Infrastruktur Digital Berkualitas Jadi Fondasi Akses Ekonomi dan Kedaulatan Digital


 Infrastruktur Digital Berkualitas Jadi Fondasi Akses Ekonomi dan Kedaulatan Digital Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), Ganda Yudha Asparaini mendampingi Gubernur Yulius Selvanus dan Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi saat menjawab wartawan usai 'Forum Akselerasi Infrastruktur Digital'. ANTARA/Karel Polakitan

MANADO, ARAHKITA.COM – Pembangunan infrastruktur digital yang kuat dan merata kembali ditegaskan sebagai elemen penting dalam membuka akses ekonomi digital di seluruh Indonesia. Direktur Utama PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), Ganda Yudha Asparaini, menilai bahwa kualitas jaringan nasional akan menentukan kemampuan Indonesia bersaing dalam ekosistem digital global.

Menurut Ganda Yudha, program nasional Palapa Ring Tengah adalah salah satu upaya strategis pemerintah untuk memperluas jaringan fiber optik, khususnya di wilayah 3T yang selama ini berada dalam posisi kurang menguntungkan secara finansial maupun geografis. Meski tidak mudah, proyek tersebut dianggap penting agar akses digital bisa lebih adil dan merata.

Dalam Forum Akselerasi Infrastruktur Digital di Manado, ia menegaskan bahwa penguatan dan perluasan jaringan serat optik merupakan fondasi utama percepatan konektivitas wilayah kepulauan. Langkah ini dipandang vital untuk memperkuat ekonomi inklusif, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan indeks literasi digital masyarakat di berbagai daerah.

Forum tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mengurai tantangan dan merumuskan strategi pembangunan digital yang berkelanjutan. Salah satu isu yang dibahas adalah percepatan modifikasi jalur serat optik Manado–Ondong–Siau yang telah lama terputus akibat kondisi alam. Perbaikan jalur ini sangat penting untuk menjaga stabilitas komunikasi warga dan mendukung kedaulatan digital Indonesia.

Ganda Yudha berharap forum ini bisa membuka ruang koordinasi yang lebih intens untuk mendukung keberhasilan program strategis menuju kedaulatan digital 2045. Ia menilai percepatan pembangunan infrastruktur digital di kepulauan Sulawesi Utara akan terhubung erat dengan provinsi tetangga sehingga memperkuat ekosistem digital kawasan dikutip Antara.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur digital merupakan kombinasi antara investasi pemerintah, operator, dan pihak swasta. Pemerintah, selain berperan sebagai regulator, juga mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) agar pembangunan jaringan dapat berjalan lebih efisien dan berdampak luas.

Setelah infrastruktur terbangun, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk akses internet, kegiatan bisnis, hingga layanan publik berbasis digital. Dari sinilah ekonomi digital dapat tumbuh dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital nasional.

“Jika ekonomi digital tumbuh, maka kedaulatan digital akan ikut terbentuk. Itu yang harus dijaga. Jangan sampai kedaulatan digital kita terganggu akibat persoalan telekomunikasi,” ujarnya menegaskan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru