Loading
Ratusan kendaraan pemudik saat sedang menunggu untuk masuk ke dalam kapal di kantong parkir dermaga eksekutif, Pelabuhan Bakauheni Lampung, Sabtu. ANTARA/Riadi Gunawan
LAMPUNG SELATAN, ARAHKITA.COM - Aktivitas pergerakan pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, terpantau berjalan ramai dan lancar pada H+2 perayaan Natal 2025. Arus penyeberangan dari Sumatera menuju Pulau Jawa berlangsung stabil, baik bagi pemudik dengan kendaraan pribadi maupun pejalan kaki.
Pantauan di area pelabuhan menunjukkan tidak terjadi antrean panjang yang menghambat pergerakan. Kendaraan keluar-masuk pelabuhan mengalir seiring pengaturan operasional yang berjalan normal pada periode pascalibur Natal.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026 di pelabuhan tersebut masih terkendali.
“Angkutan Nataru dari sisi Pelabuhan Bakauheni masih terpantau aman, ramai lancar, tidak ada antrean yang mengganggu kelancaran arus mudik dari Pulau Sumatera ke Jawa,” kata Partogi di Lampung Selatan, Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan data 12 jam dari posko angkutan Nataru, tercatat 3.382 kendaraan telah melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Merak, Banten. Kendaraan pribadi menjadi kelompok terbanyak dalam arus tersebut.
“Total kendaraan mencapai 3.382 unit. Dari jumlah ini, kendaraan pribadi mendominasi antrean dengan jumlah 1.474 unit, disusul truk atau kendaraan besar 1.439, kemudian roda dua sebanyak 357, dan bus 112 unit. Sementara itu, jumlah penumpang yang menyeberang baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan tercatat sebanyak 12.941 orang,” ucapnya.
Volume kendaraan dan penumpang tersebut mencerminkan fase transisi arus Natal, ketika mobilitas masyarakat masih tinggi namun belum memasuki puncak arus balik Tahun Baru.
Di tengah kelancaran arus penyeberangan, ASDP mengingatkan pengguna jasa untuk tetap memperhatikan faktor cuaca yang berpotensi memengaruhi perjalanan laut.
“Kami mengimbau kepada pengguna jasa untuk terus memantau kondisi cuaca saat akan melakukan perjalanan melalui website resmi dari BMKG,” ujar Partogi.