BEI Pasang Target Global: Lima Tahun ke Depan Incar Top 10 Bursa Dunia


 BEI Pasang Target Global: Lima Tahun ke Depan Incar Top 10 Bursa Dunia Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kempat kiri), Dirut BEI Iman Rachman (kanan), Gubernur BI Perry Warjiyo (keempat kanan), Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (ketiga kiri), Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu (kedua kanan), Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara (kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan Inarno Djajadi (kedua kiri) membuka perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menyongsong tahun 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius: menembus jajaran 10 besar bursa efek dunia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Target ini menjadi bagian dari arah strategis yang tertuang dalam Masterplan BEI 2026–2030.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menegaskan bahwa penguatan posisi BEI di tingkat global akan ditempuh melalui pembangunan pasar modal yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung dengan ekosistem global.

Menurutnya, ambisi tersebut bukan semata mengejar peringkat, melainkan memastikan pasar modal Indonesia mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari investor, emiten, hingga perekonomian nasional.

“Harapannya Indonesia bisa masuk jajaran top 10 bursa dunia, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Iman dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2025).

Sejalan dengan visi tersebut, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun pada 2026. Angka ini disusun dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi nasional serta kondisi pasar global.

Tak hanya dari sisi transaksi, BEI juga membidik pertumbuhan signifikan dari aspek pencatatan efek. Sepanjang 2026, BEI menargetkan 555 pencatatan efek baru, dengan 50 di antaranya merupakan saham baru yang melantai di bursa.

Di sisi investor, BEI menaruh perhatian besar pada perluasan basis partisipasi masyarakat. Melalui optimalisasi berbagai kanal informasi dan edukasi pasar modal, BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru sepanjang 2026.

Iman menegaskan, pencapaian target besar ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara emiten, anggota bursa, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Masterplan BEI 2026–2030 dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi semua pihak agar visi ini tidak hanya menjadi target, tetapi benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, data perdagangan BEI pada Jumat pagi menunjukkan sentimen positif. Hingga pukul 10.40 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 56,88 poin atau 0,66 persen ke level 8.703,82.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1.462.695 transaksi, dengan volume 9,77 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp21,15 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 431 saham menguat, 220 melemah, dan 156 saham stagnan.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru