Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kempat kiri), Dirut BEI Iman Rachman (kanan), Gubernur BI Perry Warjiyo (keempat kanan), Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (ketiga kiri), Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu (kedua kanan), Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara (kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJKInarno Djajadi (kedua kiri) berbincang usai membuka perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU (ANTARA FOTO/G
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan awal tahun 2026 dengan kinerja positif. Pada Jumat (2/1/2026), IHSG ditutup menguat seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik dan global.
IHSG ditutup naik 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga menguat 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa sektor manufaktur nasional masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik. Meski laju pertumbuhan melambat, aktivitas manufaktur tetap berada di zona ekspansi.
Baca juga:
IHSG Melesat 1,59 Persen, Pasar Sambut Positif Target Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi 2027“Indeks manufaktur yang masih bertahan di area ekspansi mencerminkan pertumbuhan aktivitas industri yang relatif stabil,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, laporan S&P Global mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Desember 2025 berada di level 51,2. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan November 2025 yang mencapai 53,3, namun masih menandakan ekspansi.
Sentimen positif juga menguat seiring digelarnya seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa berbagai faktor pendukung berpotensi membawa IHSG menembus level 10.000 sepanjang tahun ini.
Ke depan, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia untuk periode Desember 2025 yang dijadwalkan pekan depan. Data tersebut dinilai akan menjadi indikator penting arah pergerakan pasar selanjutnya.
Dari sisi global, investor juga mencermati risalah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang memperlihatkan perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan terkait waktu penurunan suku bunga pada 2026. Meski demikian, The Fed masih mempertahankan kecenderungan kebijakan yang lebih longgar.
Pelaku pasar menilai risalah tersebut menunjukkan keterbukaan yang lebih besar terhadap pemangkasan suku bunga, terutama jika tekanan inflasi terus mereda, meski belum ada kesepakatan terkait waktu dan besaran penurunan.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak konsisten di zona hijau. Setelah dibuka menguat dan bertahan hingga akhir sesi pertama, indeks tetap melanjutkan penguatan pada sesi kedua hingga penutupan pasar dikutip Antara.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mencatat penguatan. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 6,37 persen, disusul sektor teknologi serta barang konsumen primer yang masing-masing naik 3,61 persen.
Sebaliknya, dua sektor mengalami tekanan, yakni sektor keuangan dan sektor kesehatan yang sama-sama terkoreksi 1,14 persen.
Saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi antara lain LEAD, PJHB, HUMI, TRUE, dan TMAS. Sementara saham yang melemah paling dalam di antaranya GMFI, LMAX, CINT, PUDP, dan AWAN.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3.127.022 kali. Sebanyak 51,14 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi sebesar Rp22,26 triliun. Tercatat 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa regional juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 707,93 poin atau 2,76 persen ke level 26.338,47, sementara indeks Straits Times naik 9,91 poin atau 0,21 persen ke posisi 4.656,12. Adapun indeks Nikkei Jepang dan Shanghai China masih libur dalam rangka perayaan Tahun Baru 2026.