IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Rabu, Didorong Sentimen Wall Street


 IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan Rabu, Didorong Sentimen Wall Street Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada level 8.660 atau naik 0,46 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) pagi, meski bursa saham Asia sebagian besar menunjukkan tren melemah. IHSG naik 25,47 poin atau 0,29 persen ke level 8.959,08 pada pembukaan hari ini. Sementara itu, indeks LQ45 yang melacak 45 saham unggulan juga ikut menguat 0,27 persen ke posisi 867,40.

“Penguatan Wall Street kemarin memberikan sentimen positif ke pasar regional termasuk IHSG. Di sisi lain, ada harapan rupiah mulai stabil setelah melemah beberapa hari berturut-turut,” ujar analis dari Lotus Andalan Sekuritas dalam riset pasar yang diterima di Jakarta, Rabu (7/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara.

IHSG yang menguat ini datang di tengah kondisi pasar saham Asia pagi ini yang menunjukkan tekanan lebih besar. Indeks Nikkei Jepang, Shanghai, Hang Seng Hong Kong, dan Straits Times Singapura tercatat bergerak melemah di awal sesi perdagangan.

Dukungan terhadap IHSG juga datang dari kabar positif di pasar saham Amerika Serikat. Bursa Wall Street pada Selasa malam berhasil menguat, didorong terutama oleh sektor teknologi dan saham terkait kecerdasan buatan (AI). Capaian itu mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap pertumbuhan sektor teknologi, prospek stimulus fiskal, serta keyakinan pada stabilitas ekonomi AS.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati faktor global lain seperti geopolitik dan kebijakan suku bunga yang bisa memengaruhi arah IHSG sepanjang hari ini. Selain itu, investor juga mencermati isu perdagangan global, termasuk perundingan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlanjut pertengahan Januari di Washington DC, yang diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam jangka menengah.

Sentimen positif ini diharapkan berlanjut sepanjang perdagangan, meski ruang penguatan indeks dinilai terbatas oleh sejumlah tekanan dari bursa kawasan. 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru