Loading
Arsip foto - Pengendara motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Cikini, Jakarta, Kamis (2/11/2023). ANTARA FOTO/Tri Meilani Ameliya/Ak/foc/aa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor. Memasuki awal Februari 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami penurunan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek. Salah satunya, harga Pertamax kini resmi turun menjadi Rp11.800 per liter.
Penyesuaian harga ini mulai berlaku per 1 Februari 2026. Sebelumnya, Pertamax dibanderol Rp12.350 per liter. Penurunan ini memberi sedikit ruang napas bagi masyarakat di tengah kebutuhan mobilitas yang masih tinggi.
Tak hanya Pertamax, BBM nonsubsidi lain juga ikut menyesuaikan harga. Pertamax Green dengan RON 95 kini dijual Rp12.450 per liter, turun dari Rp13.150 per liter pada Januari lalu. Sementara itu, Pertamax Turbo dengan RON 98 turun dari Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter.
Penurunan harga juga terjadi pada lini BBM diesel. Dexlite dengan cetane number 51 kini berada di angka Rp13.250 per liter, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp13.500 per liter. Sedangkan Pertamina Dex dengan cetane number 53 turun tipis menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp13.600 per liter.
Di sisi lain, harga BBM penugasan dan subsidi tetap tidak berubah. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar bertahan di angka Rp6.800 per liter.Penyesuaian harga BBM ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan mempertimbangkan formula harga dasar yang ditetapkan pemerintah. Faktor-faktor seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi menjadi bagian dari perhitungan tersebut dikutip Antara.
Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi, diharapkan beban pengeluaran masyarakat dapat sedikit berkurang, sekaligus memberi dampak positif bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.