Loading
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam pembukaan Jakarta Youth Film Festival 2026 di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ekonomi kreatif (ekraf) di Jakarta dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Meski tumbuh cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, kontribusinya terhadap perekonomian ibu kota masih tergolong rendah sehingga ruang pengembangannya terbuka lebar.
Data Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menunjukkan, pertumbuhan sektor ekraf pada 2024 mencapai 8,13 persen dan naik menjadi 9,42 persen pada 2025. Angka ini memperlihatkan tren positif, namun porsinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta baru sekitar 11,53 persen.
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Iwan Setiawan menilai, angka tersebut justru menjadi sinyal bahwa peluang peningkatan masih sangat besar. Menurutnya, ekraf bisa didorong menjadi motor baru yang memperkuat struktur ekonomi Jakarta di masa depan.
Ia menjelaskan, salah satu subsektor yang paling menjanjikan adalah perfilman. Industri ini tidak berdiri sendiri, melainkan menciptakan efek pengganda ke banyak sektor lain seperti kuliner, transportasi, perhotelan, fesyen, hingga rumah produksi.
“Ketika industri film bergerak, banyak sektor ikut hidup. Inilah yang membuat ekonomi kreatif sangat strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Selain mendorong aktivitas ekonomi, ekraf juga dinilai efektif menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan muda. Lebih dari separuh penduduk Jakarta berada pada usia produktif, sehingga sektor ini dianggap relevan dengan karakter demografi ibu kota.
Iwan bahkan berharap Jakarta suatu hari dapat meniru kesuksesan pusat industri kreatif dunia seperti Hollywood di Amerika Serikat dan gelombang budaya populer Korea Selatan. “Kita ingin suatu saat perhatian dunia tertuju ke Jakarta sebagai pusat kreativitas baru,” katanya optimistis dikutip Antara.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BI DKI Jakarta ikut mendorong berbagai program pengembangan ekraf, salah satunya melalui Jakarta Youth Film Festival 2026. Ajang ini dirancang sebagai ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengekspresikan ide kreatif sekaligus membangun jejaring di industri film.
Festival tersebut menjadi pembuka rangkaian Jakarta Kreatif Festival 2026, sebuah agenda besar yang menghubungkan pelaku kreatif, dunia usaha, dan pemangku kebijakan. Kegiatan ini juga terintegrasi dengan Jakarta Economic Forum 2026 yang akan merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis gagasan dan inovasi anak muda.
Melalui langkah-langkah tersebut, ekraf diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai sektor hiburan, tetapi menjelma menjadi fondasi ekonomi baru yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan bagi Jakarta.