Direktur Utama LKBN Antara Beny Siga Butarbutar bersama Presiden Business and Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo didampingi Hetty Andika Perkasa di Gedung Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Mario Sofia Nasution).
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Upaya memperkuat peran perempuan di dunia bisnis terus didorong. Kali ini, LKBN ANTARA menjalin sinergi dengan BPW Indonesia untuk mencetak pebisnis perempuan yang tangguh, adaptif, dan mampu bersaing hingga ke tingkat global.
Kolaborasi ini ditandai dengan rencana penandatanganan kerja sama strategis antara kedua pihak. Presiden Giwo Rubianto Wiyogo menegaskan, kemitraan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas dan peran perempuan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi.
Menurutnya, perempuan saat ini tidak hanya membutuhkan akses, tetapi juga peningkatan kompetensi, terutama dalam bidang bisnis, manajemen, dan digitalisasi.
“Kami ingin perempuan Indonesia semakin siap menjadi pelaku usaha yang andal, dengan bekal pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pelatihan berbasis digital. BPW Indonesia bersama Lembaga Pendidikan Antara akan mengembangkan program pembelajaran yang membantu perempuan memahami strategi pemasaran digital dan pengelolaan bisnis modern.
Perempuan dan Peluang di Era Digital
BPW Indonesia sendiri dikenal sebagai organisasi yang berkomitmen pada pengembangan perempuan di bidang bisnis, profesi, dan kepemimpinan. Pendekatannya pun menyeluruh—mulai dari advokasi kesetaraan gender, akses pendidikan, hingga pendampingan berkelanjutan.
Giwo menilai, era digital justru membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.
“Kesempatan itu sudah ada. Tinggal bagaimana kita bersama-sama memanfaatkannya,” ungkapnya.
Saat ini, jumlah pelaku usaha perempuan di Indonesia mencapai sekitar 64,5 juta orang, mayoritas bergerak di sektor UMKM.
Angka ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.
Namun, tantangan tetap ada—mulai dari akses pasar, literasi digital, hingga penguatan kapasitas usaha. Karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi kunci agar bisnis yang dijalankan bisa naik kelas.
ANTARA Siap Fasilitasi dan Perluas Jangkauan
Dari sisi media, Direktur Utama Benny Siga Butarbutar menyatakan kesiapan ANTARA untuk mendukung penuh program BPW Indonesia.
Tak hanya dalam bentuk pelatihan, ANTARA juga akan membantu memperluas publikasi kegiatan BPW agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami siap berkontribusi melalui pelatihan, distribusi informasi, serta dukungan fasilitas,” ujarnya dikutip Antara.
Salah satu bentuk dukungan konkret adalah penyediaan lokasi kegiatan di ANTARA Heritage Center, yang selama ini dikenal sebagai ruang bersejarah sekaligus pusat aktivitas edukatif dan kreatif.
Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk segera merealisasikan kerja sama ini agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh perempuan pelaku usaha di berbagai daerah.
Menuju Perempuan Indonesia yang Lebih Berdaya
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemberdayaan perempuan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara organisasi, media, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung.
Dengan pelatihan yang tepat, akses informasi yang luas, serta jaringan yang kuat, perempuan Indonesia berpeluang besar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul di tengah persaingan global.