Jumat, 25 September 2026

John Gluba Gebze: Mama-Mama Kampung Bisa Jadi Penggerak Ekonomi


 John Gluba Gebze: Mama-Mama Kampung Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Tokoh Papua Selatan John Gluba Gebze. (Net)

jAKARTA, ARAHKITA.COM - Tokoh Papua Selatan John Gluba Gebze menilai penguatan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari lingkungan keluarga, termasuk melalui keterampilan perempuan dalam mengolah pangan dan hasil produksi lokal.

Menurut John, kemampuan mengolah bahan makanan yang tersedia di sekitar masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan.

Pandangan tersebut disampaikan John Gluba Gebze di Jakarta, Senin (21/9/2026). Ia menekankan pentingnya membangun masyarakat yang mampu menghasilkan makanan sekaligus menciptakan penghasilan.

“Program saya ada dua, yaitu menghasilkan makanan dan menghasilkan uang,” ujar John.

Mama-Mama Kampung Punya Potensi Ekonomi

John melihat perempuan, khususnya mama-mama di kampung, memiliki posisi penting dalam membangun ekonomi keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, berbagai hasil alam dan pangan yang tersedia di kampung dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi.

Ia mencontohkan hasil pertanian seperti tomat, cabai, jahe dan kencur yang tidak harus selalu dijual sebagai bahan mentah.

Tomat, misalnya, dapat diolah menjadi saus ketika tidak terserap pasar. Sementara jahe dan kencur dapat dikembangkan menjadi produk herbal.

“Yang penting itu buka kita mau diversifikasi produk itu,” kata John.

Menurutnya, kemampuan mengolah bahan pangan menjadi produk jadi dapat membuka peluang usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penjualan bahan mentah.

Dari Dapur Bisa Menjadi Usaha

John juga menyoroti pentingnya keterampilan memasak sebagai bagian dari pendidikan kehidupan.

Menurutnya, kemampuan mengolah makanan seharusnya tidak dipandang hanya sebagai pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi keterampilan produktif.

Makanan yang dibuat dengan bahan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang dijual di lingkungan sekitar maupun pasar yang lebih luas.

Pendekatan tersebut, menurut John, dapat menjadi salah satu cara meningkatkan pendapatan keluarga tanpa harus selalu bergantung pada pekerjaan formal.

Ia juga menilai keterampilan seperti memasak, mengolah bahan pangan dan membuat produk perlu diberikan kepada generasi muda.

Pangan dan Pendapatan Berjalan Bersama

John menempatkan pangan sebagai salah satu fondasi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan menghasilkan makanan untuk memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus menghasilkan produk yang bisa dijual.

Dengan cara itu, keluarga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen.

Konsep tersebut dapat dimulai dari pekarangan rumah.

Masyarakat dapat menanam cabai, tomat, jahe, kencur maupun tanaman pangan lainnya. Sebagian hasil dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga, sementara kelebihan produksi dapat diolah atau dijual.

“Kalau masyarakat menanam kencur dan jahe saya bisa bikin herbal,” ujar John.

Mengolah Hasil Lokal, Menciptakan Nilai Tambah

John menilai salah satu persoalan ekonomi masyarakat adalah masih banyaknya produk yang dijual dalam bentuk bahan mentah.

Padahal, menurutnya, pengolahan sederhana dapat meningkatkan nilai ekonomi.

Tomat dapat menjadi saus. Jahe dan kencur dapat menjadi produk herbal. Hasil pertanian lainnya dapat dikembangkan menjadi makanan olahan.

Dengan demikian, satu jenis komoditas dapat menciptakan beberapa peluang usaha.

Menurut John, pola tersebut sekaligus membutuhkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

“Yang pertama kita pikirkan itu adalah bagaimana dari hasil itu dia bisa menghasilkan,” katanya.

Perempuan sebagai Bagian dari Rantai Ekonomi Kampung

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan model ekonomi kampung yang selama ini didorong John di Papua Selatan.

Dalam konsep “maju kecil”, masyarakat menjadi pelaku utama dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayahnya.

Hasil sungai, hutan dan pertanian dapat masuk dalam rantai ekonomi lokal. Perempuan kemudian dapat mengambil peran dalam proses pengolahan dan pemasaran.

Di kawasan Kali Bian, misalnya, hasil ikan dan sagu yang dikelola masyarakat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kampung.

Menurut John, ketika hasil produksi diolah dan dipasarkan, manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak anggota masyarakat.

Keterampilan Hidup untuk Generasi Muda

John juga menghubungkan persoalan tersebut dengan pendidikan.

Ia mendorong adanya pendidikan skill dan “sekolah kehidupan” yang mengajarkan keterampilan praktis kepada generasi muda.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya perlu belajar pelajaran akademik, tetapi juga perlu mengetahui cara mengelola kehidupan, bekerja, menghasilkan produk dan menciptakan pendapatan.

“Bagaimana menciptakan generasi produktif dan inovatif sehingga dia bisa memanajemen diri sendiri,” ujarnya.

Dengan keterampilan tersebut, generasi muda diharapkan dapat melihat potensi di sekelilingnya sebagai peluang, bukan hanya mencari pekerjaan yang sudah tersedia.

Ekonomi Keluarga Dimulai dari Hal Sederhana

John menilai pembangunan ekonomi masyarakat tidak selalu harus menunggu program besar.

Keluarga dapat menjadi titik awal dengan memanfaatkan apa yang tersedia di sekitar rumah.

Pekarangan dapat menghasilkan pangan. Pangan dapat diolah. Produk olahan dapat dijual. Pendapatan kemudian kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun mengembangkan usaha.

Menurut John, pola sederhana tersebut apabila dilakukan banyak keluarga secara bersamaan dapat menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tingkat kampung.

Ia juga menekankan pentingnya pasar domestik sebagai tempat awal memasarkan produk.

“Pasar domestik saja hidup,” katanya.

John Gluba Gebze merupakan tokoh asal Merauke yang pernah menjabat Bupati Merauke selama dua periode, 2000–2005 dan 2005–2010. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang memperjuangkan pembentukan Provinsi Papua Selatan.

John juga dipercaya menjadi anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025.

Melalui gagasannya mengenai pangan, keterampilan dan ekonomi keluarga, John menempatkan perempuan dan rumah tangga sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi masyarakat. Baginya, kemandirian ekonomi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang sudah tersedia di sekitar masyarakat, kemudian dikembangkan menjadi produk dan sumber pendapatan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru