Loading
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Dato' Abdul Rasheed Ghaffour menunjukkan lembar nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua pihak. (ANTARA/HO-Bank Indonesia)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) resmi menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk memperdalam kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis kebanksentralan.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi kedua bank sentral dalam memperkuat koordinasi menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berkembang, termasuk tantangan geopolitik dan transformasi digital sektor keuangan.
Melalui kerja sama tersebut, BI dan BNM akan memperluas kolaborasi pada sejumlah bidang utama, mulai dari kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial, sistem pembayaran, digitalisasi keuangan, hingga pengembangan sektor keuangan dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
Selain itu, kedua institusi juga akan memperkuat pertukaran informasi dan membuka peluang kerja sama baru sesuai kepentingan bersama di masa mendatang.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa nota kesepahaman ini bukan sekadar simbol kerja sama formal, tetapi menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM.
Menurut Perry, penguatan sinergi antarbank sentral menjadi semakin relevan di tengah situasi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian.
“Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini,” ujar Perry dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/5/2026) dikutip Antara.
Baca juga:
Ekonomi Makin Bergairah, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.133 Triliun per Desember 2025Sementara itu, Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan kemitraan erat yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di sektor kebanksentralan.
Ia menyebutkan, MoU tersebut juga menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperluas kerja sama ke berbagai bidang baru yang memiliki kepentingan strategis bagi kedua negara.
“Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama,” kata Dato’.
Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan membuka jalan bagi hubungan yang lebih kokoh, sinergis, dan berkelanjutan antara BI dan BNM, seiring meningkatnya tantangan dan kebutuhan koordinasi antarotoritas keuangan di kawasan Asia Tenggara.