Purbaya Optimistis Pembentukan DSI Jadi Sentimen Positif Bursa Saham Indonesia


 Purbaya Optimistis Pembentukan DSI Jadi Sentimen Positif Bursa Saham Indonesia Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berpotensi membawa angin segar bagi pasar modal Indonesia, khususnya bagi perusahaan-perusahaan sektor komoditas yang tercatat di bursa saham.

Menurut Purbaya, kehadiran DSI sebagai BUMN khusus ekspor diyakini dapat membuat keuntungan perusahaan menjadi lebih transparan dan lebih banyak dinikmati pemegang saham domestik. Selama ini, sebagian keuntungan dari sektor komoditas dinilai lebih banyak mengalir ke pihak asing melalui berbagai skema perdagangan internasional.

“Potensi ke perusahaan Indonesia yang listed di bursa justru akan positif. Karena yang tadi profitnya diambil sama pemegang saham utamanya mungkin pemain di luar negeri, sekarang akan terefleksi secara fair di pemegang mereka. Kalau enggak salah, profitability-nya harus dobel paling enggak,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia pun menyebut pembentukan DSI sebagai momentum positif bagi investor pasar modal Indonesia. Bahkan, Purbaya secara terbuka menyebut kondisi ini sebagai peluang menarik untuk masuk ke pasar saham.

“Jadi ini berita positif untuk perusahaan yang di bursa, jadi profitnya akan melambung. Jadi kalau saya bilang it’s time to buy, siap-siap serok aja,” ujarnya.

DSI Dibentuk untuk Awasi Transparansi Ekspor

Pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai perusahaan dengan penugasan khusus untuk mengelola serta mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis Indonesia.

Langkah ini diambil karena pemerintah menilai masih tingginya praktik under invoicing dan transfer pricing pada sejumlah komoditas ekspor selama bertahun-tahun. Praktik tersebut dianggap merugikan negara karena memengaruhi penerimaan pajak, royalti, devisa, hingga validitas data perdagangan nasional.

Melalui DSI, pemerintah ingin menghadirkan sistem pengawasan yang lebih transparan, mulai dari pencatatan volume ekspor, harga transaksi, hingga mekanisme pengiriman komoditas.

Perusahaan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Juni 2026. Pada tiga bulan awal operasional, transaksi ekspor masih dilakukan langsung oleh perusahaan eksportir dengan pembeli. Namun, seluruh pencatatan dan pelaporan ekspor akan mulai dikelola melalui DSI.

Setelah masa evaluasi berkala setiap tiga bulan, pemerintah akan menentukan tahapan lanjutan sebelum DSI sepenuhnya menjadi pelaksana utama pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional dikutip Antara.

Jalankan Arahan Presiden Prabowo

PT Danantara Sumber Daya Indonesia merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat penguasaan negara terhadap sumber daya alam strategis sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pembentukan DSI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada BP BUMN agar tata kelola perdagangan komoditas nasional menjadi lebih transparan dan akuntabel.

“Oleh sebab itu kami sudah membentuk satu badan, yang pertama tadi disampaikan oleh Pak Menko bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Yang dimana kami ingin tekankan ini lebih kepada transparansi transaksi,” kata Rosan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru