GMF Aero Asia Targetkan Laba Bersih US$34,47 Juta pada 2026, Perluas Ekspansi hingga Timur Tengah


 GMF Aero Asia Targetkan Laba Bersih US$34,47 Juta pada 2026, Perluas Ekspansi hingga Timur Tengah Ilustrasi - Pegawai PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) sedang mengarahkan pesawat parkir di kawasan bandara. ANTARA/HO-GMFI/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Perusahaan jasa perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) tersebut menargetkan laba bersih mencapai 34,47 juta dolar AS dengan pendapatan sebesar 542,79 juta dolar AS.

Target tersebut disampaikan Direktur Keuangan GMF Aero Asia, Tri Hartono, dalam agenda Public Expose Live 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Selain menargetkan peningkatan pendapatan, GMF juga membidik EBITDA sebesar 81,82 juta dolar AS. Perseroan meyakini pertumbuhan industri penerbangan yang terus membaik akan menjadi salah satu pendorong utama pencapaian target tersebut.

Menurut Tri, GMF akan mempertahankan momentum pertumbuhan melalui sejumlah strategi bisnis. Fokus utama perusahaan mencakup penguatan kapasitas dan kapabilitas layanan perawatan pesawat, perluasan pasar internasional, serta peningkatan kontribusi pelanggan di luar grup usaha dan afiliasi.

Tak hanya itu, perusahaan juga terus mengembangkan lini bisnis non-commercial aircraft, memperluas bisnis aerostructure, serta meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan keuangan perusahaan.

“Dengan prospek industri yang positif, berbagai proyek ekspansi strategis, serta disiplin dalam pengelolaan risiko dan likuiditas, GMF berkomitmen menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Tri.

Perkuat Ekspansi Domestik dan Internasional

Dalam upaya memperluas bisnis di dalam negeri, GMF memperkuat kerja sama dengan Pelita Air Service melalui fasilitas perawatan di Bandara Pondok Cabe yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk perawatan pesawat turboprop ATR serta armada rotary wing seperti helikopter Bell-412. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kapasitas layanan sekaligus menjawab kebutuhan pasar penerbangan regional dan sektor khusus.

Di sisi lain, GMF juga melanjutkan pengembangan proyek Airspace Park yang dikerjakan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan industri aviasi nasional di masa depan.

Perseroan juga melihat peluang besar dari rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pemerintah. GMF berupaya memanfaatkan skema offset dari pembelian pesawat militer baru untuk memperkuat kemampuan perawatan armada pertahanan dalam negeri.

Sementara itu, untuk pasar global, perusahaan bersiap mengoperasikan fasilitas hanggar baru di kawasan Timur Tengah melalui skema joint venture. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat posisi GMF dalam industri MRO internasional sekaligus memperluas basis pelanggan dari luar Indonesia.

Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh Positif

Optimisme GMF tidak lepas dari capaian kinerja yang telah ditorehkan sepanjang kuartal pertama 2026.

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar 114,94 juta dolar AS atau tumbuh 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan laba tahun berjalan menjadi 6,76 juta dolar AS, meningkat 78,28 persen secara tahunan.

Menurut manajemen, pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi ekspansi pasar yang agresif, peningkatan kualitas layanan, penambahan kapasitas perawatan, serta optimalisasi operasional yang didukung program continuous improvement dikutip Antara.

Dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut dan berbagai proyek ekspansi yang tengah berjalan, GMF Aero Asia optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri perawatan pesawat di kawasan Asia dan pasar global.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru