Loading
Seorang pengunjung mengambil foto selfie di Pameran China-Asia Selatan ke-10 di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, 16 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Jiang Wenyao.
KUNMING, ARAHKITA.COM – Pameran China-South Asia Expo ke-10 yang berlangsung di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, berhasil mencatatkan capaian impresif. Selama enam hari penyelenggaraan, ajang tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan perdagangan dan investasi senilai lebih dari 27,7 miliar yuan atau setara sekitar Rp72 triliun.
Pameran yang resmi berakhir pada Selasa (16/6/2026) itu menjadi salah satu forum ekonomi terbesar yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pemerintah dari berbagai negara untuk memperkuat hubungan ekonomi regional.
Nilai kesepakatan yang tercapai mencakup proyek perdagangan domestik dan internasional senilai 10,25 miliar yuan, serta kerja sama investasi sebesar 17,49 miliar yuan. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Untuk sektor perdagangan, nilai kontrak meningkat 20,9 persen, sementara kerja sama investasi melonjak hingga 28,5 persen, menandakan semakin tingginya minat dunia usaha terhadap peluang ekonomi yang ditawarkan kawasan Asia Selatan dan China.
Tak hanya mencatat transaksi besar, China-South Asia Expo 2026 juga menunjukkan peningkatan jangkauan internasional. Sebanyak 68 negara, kawasan, dan organisasi internasional berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Baca juga:
Analis: Bursa Saham Indonesia Masih Menarik, Tapi Investor Asing Belum Berani Masuk BesarLebih dari 2.300 perusahaan dari dalam dan luar negeri turut hadir untuk memamerkan produk, menjajaki peluang kerja sama, serta memperluas jaringan bisnis lintas negara.
Direktur Dinas Perdagangan Provinsi Yunnan, Li Chaowei, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menghadirkan pencapaian baru. Untuk pertama kalinya, perusahaan dari 45 negara ikut serta dalam kegiatan pengadaan (procurement), termasuk perusahaan dari Jerman, Brasil, dan Mesir.
Partisipasi negara-negara tersebut dinilai semakin memperluas daya jangkau internasional pameran sekaligus memperkuat posisi Kunming sebagai salah satu pusat konektivitas ekonomi antara China dan negara-negara Asia Selatan dikutip Antara.
Mengusung tema “Solidarity and Coordination for Common Development” atau “Solidaritas dan Koordinasi untuk Pembangunan Bersama”, pameran ini berfokus pada peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan industri di kawasan.
Melalui forum ini, China dan negara-negara mitra berupaya membangun kolaborasi yang lebih erat guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta menciptakan peluang investasi baru di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Keberhasilan China-South Asia Expo 2026 menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi lintas negara tetap menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat pertumbuhan dan stabilitas kawasan di masa depan.