Sabtu, 10 Oktober 2026

MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Usaha Kuliner, Pedagang Lokal Ikut Panen Berkah


 MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Usaha Kuliner, Pedagang Lokal Ikut Panen Berkah Gelaran MotoGP Mandalika 2026 membawa peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal di Lombok. (Foto: Istimewa)

LOMBOK, ARAHKITA.COM – Gelaran MotoGP di Mandalika bukan hanya menghadirkan persaingan sengit para pembalap dunia. Di luar sirkuit, ajang internasional ini juga membawa peluang ekonomi bagi masyarakat, mulai dari pemilik rumah makan, pelaku usaha kuliner, hingga penyedia jasa pendukung pariwisata.

Dampaknya kembali dirasakan menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meningkatnya kedatangan wisatawan dan penggemar balap menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan. Sejumlah rumah makan bahkan menyiapkan persediaan bahan makanan dan kebutuhan operasional lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan.

Bagi mereka, akhir pekan balapan bukan sekadar perayaan olahraga. Ada peluang untuk meningkatkan omzet sekaligus menambah pendapatan pekerja.

Sate Rembiga hingga Sop Buntut Kebanjiran Pelanggan

Salah satu usaha kuliner yang merasakan dampak penyelenggaraan MotoGP adalah Rumah Makan Sate Rembiga Ibu Hj. Sinnaseh. Rumah makan yang menyajikan kuliner khas Lombok ini mengalami peningkatan kunjungan ketika ajang balap internasional berlangsung.

Nurul, kasir rumah makan tersebut, mengatakan penjualan pada hari biasa saja dapat mencapai sekitar 1.500 porsi per hari. Namun, ketika Pertamina Grand Prix of Indonesia digelar, aktivitas pelanggan meningkat dibandingkan kondisi normal.

“Alhamdulillah omzet selalu naik kalau ada acara Pertamina Grand Prix of Indonesia seperti ini. Kalau bisa dibilang, dari pagi sampai malam ini ramai terus,” ujar Nurul.

Pengalaman serupa dirasakan Deni, salah satu pekerja di rumah makan tersebut. Berdasarkan pengalamannya pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, penjualan sate dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Lonjakan pesanan itu juga berdampak pada para pekerja yang terlibat langsung dalam pelayanan pelanggan.

“Kalau ada Pertamina Grand Prix of Indonesia bisa dua kali lipat dari hari biasanya, dan bisa berlangsung selama semingguan nonstop dan penuh. Kami juga dapat berkah tambahan bonus,” kata Deni.

Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membuka peluang pendapatan tambahan bagi usaha kuliner sekaligus tenaga kerja lokal.

Pemilik Rumah Makan Siapkan Stok Lebih Banyak

Peningkatan aktivitas selama MotoGP juga diantisipasi Resto Sop Buntut Ibu Hong di Mataram. Pemiliknya, Ibu Hong, menambah persediaan bahan makanan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya pelanggan selama periode balapan.

Menurutnya, rumah makan memang memiliki pelanggan setiap hari. Namun, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia memberikan dorongan tambahan terhadap jumlah pengunjung.

“Setiap hari ramai juga, tapi saat ada Pertamina GP ini pengunjung yang makan jadi dobel,” ujar Ibu Hong.

Ia juga mengaku merasakan manfaat dari berbagai kegiatan yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit. Aktivitas di sirkuit tidak hanya memberikan dampak di kawasan sekitar lokasi balapan, tetapi juga membuka peluang bagi usaha di wilayah lain di Lombok.

“Alhamdulillah semenjak ada sirkuit, kami senang. Karena setiap ada kegiatan di sirkuit, kita juga jadi kecipratan berkahnya,” katanya.

Bagi pelaku usaha, peluang tersebut menuntut kesiapan dalam mengelola persediaan, tenaga kerja, dan kebutuhan operasional. Ketika jumlah pelanggan meningkat, kemampuan melayani pesanan secara konsisten menjadi faktor penting agar kesempatan memperoleh pendapatan tambahan tidak terlewatkan.

Pasokan Energi Ikut Menopang Aktivitas Usaha

Di balik meningkatnya aktivitas rumah makan, kebutuhan energi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional.

Resto Sop Buntut Ibu Hong menggunakan LPG Bright Gas untuk mendukung kegiatan memasak dan pelayanan pelanggan. Ketika jumlah pengunjung bertambah, ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipastikan agar dapur tetap beroperasi dengan baik.

Ibu Hong mengatakan pasokan LPG yang lancar membantu rumah makannya memenuhi kebutuhan selama peningkatan kunjungan pelanggan.

“Pasokan lancar, dan bisa memenuhi kebutuhan kami dalam melayani peningkatan kunjungan pelanggan,” ujarnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa manfaat kegiatan pariwisata dan olahraga tidak hanya berkaitan dengan jumlah wisatawan yang datang. Kelancaran operasional berbagai usaha pendukung juga berperan dalam mengubah peningkatan kunjungan menjadi aktivitas ekonomi yang nyata.

Manfaat MotoGP Berpotensi Menjangkau Wilayah Lebih Luas

Dampak kegiatan di sirkuit turut menjadi perhatian Jerry Wenas, salah satu pelanggan Resto Sop Buntut Ibu Hong. Ia berharap semakin banyak kegiatan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Menurutnya, peluang ekonomi tidak seharusnya hanya dinikmati pelaku usaha di sekitar kawasan Mandalika. Kota Mataram dan wilayah lain di Lombok juga berpotensi memperoleh manfaat dari bertambahnya aktivitas wisatawan.

Potensi tersebut sejalan dengan karakter sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga. Selain menarik penggemar olahraga, kegiatan berskala internasional dapat mendorong kebutuhan terhadap penginapan, makanan dan minuman, transportasi, penyewaan kendaraan, hingga berbagai layanan wisata.

Namun, agar manfaatnya semakin luas, keterhubungan antara penyelenggaraan acara, destinasi wisata, dan usaha masyarakat perlu terus diperkuat.

Semakin mudah wisatawan menjangkau berbagai destinasi dan menikmati produk lokal, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh pelanggan baru.

Pertamina Dorong Pengembangan Sport Tourism

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dukungan perusahaan terhadap motorsport juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara olahraga internasional, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan dan penggemar balap memberikan ruang bagi usaha yang bergerak di bidang akomodasi, kuliner, travel, rental mobil dan usaha layanan pendukung lainnya berkembang,” ujar Baron.

Ia berharap manfaat penyelenggaraan ajang tersebut semakin luas dirasakan masyarakat dan turut memperkuat daya tarik Lombok sebagai destinasi sport tourism.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pun menjadi salah satu momentum untuk melihat bagaimana sebuah ajang olahraga internasional dapat terhubung dengan kehidupan ekonomi masyarakat di luar arena pertandingan.

Bagi pemilik rumah makan, tambahan pelanggan berarti kesempatan meningkatkan penjualan. Bagi pekerja, ramainya usaha dapat membuka peluang memperoleh pendapatan tambahan. Sementara itu, bagi sektor pariwisata, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih banyak produk dan destinasi kepada pengunjung.

Pertamina menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan target Net Zero Emission 2060. Komitmen tersebut dijalankan melalui transformasi perusahaan dengan memperhatikan aspek tata kelola, keberlanjutan usaha, lingkungan, serta prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.

Pada akhirnya, keberhasilan sport tourism tidak hanya diukur dari kemeriahan balapan atau perhatian dunia terhadap sirkuit. Manfaatnya juga terlihat dari sejauh mana aktivitas tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.

Pengalaman pelaku usaha kuliner di Lombok memberikan gambaran bahwa di balik deru mesin MotoGP, terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru