Jajaran direksi PT Niramas Utama Tbk (JELI) menatap layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (07/07/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Antusiasme investor terhadap pasar modal Indonesia kembali terlihat pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Dua perusahaan yang resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung melesat hingga menyentuh batas atas perdagangan atau Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama.
Kedua emiten tersebut adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Kenaikan harga saham yang signifikan menjadi sinyal kuat tingginya minat investor terhadap kedua perusahaan sejak penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Saham JELI ditutup naik 25 persen menjadi Rp1.125 dari harga penawaran Rp900 per saham. Sementara itu, saham JECX melonjak 24,5 persen ke level Rp1.560 dari harga IPO sebesar Rp1.250 per saham.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan bahwa pasar modal bukan sekadar tempat perusahaan mencari pendanaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memperluas akses terhadap sumber pembiayaan.
Menurutnya, menjadi perusahaan tercatat merupakan awal dari fase baru yang menghadirkan berbagai peluang strategis sekaligus tanggung jawab yang lebih besar kepada seluruh pemangku kepentingan.
Saidu menegaskan bahwa IPO bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan dengan menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik, melindungi kepentingan investor, serta mematuhi seluruh ketentuan pasar modal.
BEI, lanjutnya, bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat kualitas pasar modal Indonesia melalui peningkatan transparansi, likuiditas, tata kelola perusahaan, perlindungan investor, serta pendalaman pasar.
JELI Raup Rp239,4 Miliar, Oversubscribe Lebih dari 273 Kali
Dalam aksi IPO, PT Niramas Utama Tbk (JELI) menawarkan 266 juta saham atau sekitar 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp900 per saham.
Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar.
Tingginya minat investor terlihat dari tingkat oversubscribe mencapai 273,37 kali pada porsi pooling, dengan jumlah pemesan mencapai 630.491 investor.
Direktur JELI, Adhi S. Lukman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh investor, regulator, dan mitra bisnis yang telah memberikan kepercayaan terhadap perusahaan.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut akan dijawab dengan menjaga kinerja perusahaan, memperkuat tata kelola, serta terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
JECX Himpun Hampir Rp610 Miliar
Sementara itu, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) menawarkan 487.983.500 saham atau sekitar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp1.250 per saham.
Melalui IPO tersebut, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar.
Minat investor juga sangat tinggi. Saham JECX mengalami oversubscribe sebanyak 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.
Presiden Direktur JECX, Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, mengatakan dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan JEC ke depan dikutip Antara.
Menurutnya, perusahaan akan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan kesehatan mata yang berorientasi pada pasien dengan dukungan pengalaman dan keahlian yang dimiliki JEC.
Keberhasilan debut JELI dan JECX menambah optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Tingginya animo investor menunjukkan bahwa minat terhadap saham-saham baru masih tetap kuat, terutama terhadap perusahaan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan fundamental yang menjanjikan.