Kamis, 22 Januari 2026

BEI Bocorkan Ada Konglomerasi Antre IPO 2026, Pipeline Capai 7 Perusahaan


 BEI Bocorkan Ada Konglomerasi Antre IPO 2026, Pipeline Capai 7 Perusahaan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam wawancara cegat di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/01/2025). (Antara/ Muhammad Heriyanto)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal bahwa pasar modal bakal semakin semarak pada 2026. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, memastikan ada perusahaan besar berstatus konglomerasi yang sedang bersiap melantai di bursa lewat skema Initial Public Offering (IPO).

Meski belum mengungkap identitas perusahaan tersebut, Iman menyebut jumlahnya setidaknya sudah bisa dipastikan ada.

“Tapi setahu saya minimal satu (IPO konglomerasi),” kata Iman saat wawancara cegat di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Pipeline IPO: 7 Perusahaan Antre Masuk Bursa

BEI juga membeberkan kondisi pipeline pencatatan saham per 15 Januari 2026. Total ada tujuh perusahaan yang sedang dalam antrean menuju IPO.

Mayoritas diisi perusahaan dengan aset besar. Rinciannya:

  • 5 perusahaan beraset skala besar (di atas Rp250 miliar)
  • 1 perusahaan beraset skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar)
  • 1 perusahaan beraset skala kecil (di bawah Rp50 miliar)

Informasi ini disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman.

Dari sisi sektor, komposisi pipeline tersebut cukup beragam:

  • 2 perusahaan sektor keuangan
  • 1 perusahaan sektor barang baku
  • 1 perusahaan sektor energi
  • 1 perusahaan sektor industri
  • 1 perusahaan sektor transportasi & logistik
  • 1 perusahaan sektor teknologi

Apa Itu Konglomerasi?

Sebagai gambaran, konglomerasi adalah entitas bisnis besar yang membawahi banyak perusahaan dari berbagai sektor industri. Umumnya, unit-unit usaha tersebut dimiliki atau dikendalikan oleh satu perusahaan induk atau kelompok usaha tertentu.

Artinya, jika konglomerasi benar-benar masuk bursa, langkah ini bisa menjadi salah satu IPO yang paling menyita perhatian investor karena skala bisnis dan ekosistem usahanya yang luas.

2025: 26 IPO, Dana Terkumpul Rp18,11 Triliun

Bila menengok ke belakang, sepanjang 2025 terdapat 26 perusahaan yang melaksanakan IPO di pasar modal Indonesia. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp18,11 triliun dikutip Antara.

Saat ini jumlah emiten yang tercatat di BEI juga terus bertambah dan telah mencapai 969 perusahaan.

Target 2026: 50 IPO dan 2 Juta Investor Baru

Untuk tahun 2026, BEI memasang target agresif: 50 perusahaan IPO. Dari jumlah itu, enam emiten ditargetkan masuk kategori berkapitalisasi besar atau lighthouse company.

Tak hanya soal IPO, BEI juga menargetkan indikator penguatan pasar lainnya, termasuk:

  • Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp14,5 triliun
  • Penambahan 2 juta investor baru

Dengan kombinasi target tersebut, 2026 diproyeksikan menjadi tahun penting bagi penguatan pasar modal Indonesia—baik dari sisi jumlah emiten baru, likuiditas transaksi, maupun pertumbuhan investor ritel.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru