Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (21/10/2025). ANTARA/Imamatul Silfia/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada paruh pertama 2026 menunjukkan tren positif. Hingga akhir semester I, pendapatan negara berhasil mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN tahun ini. Capaian tersebut juga mencatat pertumbuhan 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah optimistis momentum ini akan terus berlanjut seiring membaiknya penerimaan pajak dan aktivitas ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, target pendapatan negara dalam APBN 2026 dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. Hingga semester pertama, realisasinya telah mencapai hampir separuh dari target tersebut.
"Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, tumbuh 21,4 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca juga:
Defisit APBN 2026 Diproyeksi Melebar Jadi Rp734,3 Triliun, Ini Penjelasan Menteri KeuanganMenurutnya, pertumbuhan pendapatan negara didukung oleh meningkatnya aktivitas ekonomi nasional, penguatan pengawasan dan tata kelola perpajakan serta kepabeanan, hingga meningkatnya kualitas layanan kementerian/lembaga dan Badan Layanan Umum (BLU).
Penerimaan Pajak Terus Menguat
Baca juga:
Defisit APBN 2026 Diproyeksi Melebar Jadi Rp734,3 Triliun, Ini Penjelasan Menteri KeuanganDari sisi perpajakan, pemerintah telah mengumpulkan Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target Rp2.693,7 triliun.
Angka tersebut terdiri atas:
Purbaya menilai hasil tersebut menunjukkan reformasi perpajakan yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak nyata.
"Reformasi perpajakan dan organisasi perpajakan sudah memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Ke depannya akan terus membaik," katanya.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp271 triliun, atau sekitar 59 persen dari target tahun ini sebesar Rp459,2 triliun.
Belanja Negara Tumbuh, Transfer ke Daerah Capai Lebih dari Separuh Target
Di sisi belanja, realisasi APBN hingga semester I-2026 mencapai Rp1.656 triliun, atau 43,1 persen dari target belanja sebesar Rp3.842,7 triliun. Nilai tersebut tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp1.298,6 triliun, atau 41,2 persen dari target.
Rinciannya meliputi:
Sementara itu, penyaluran transfer ke daerah telah mencapai Rp357,4 triliun, atau sekitar 51,6 persen dari target Rp693 triliun.
Menurut Purbaya, pola penyaluran tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah agar belanja negara dapat berlangsung lebih merata sepanjang tahun.
"Kinerja belanja ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mendukung agenda pembangunan, dan menjalankan berbagai program prioritas nasional," ujarnya dikutip Antara
Defisit APBN Tetap Terkendali
Meski belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap berada dalam jalur yang sehat.
Hingga semester I-2026, APBN mencatat defisit Rp196,5 triliun, setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sisi lain, keseimbangan primer masih mencatat surplus Rp85,1 triliun, yang menunjukkan kemampuan pemerintah menjaga kesehatan fiskal tetap terjaga.
"Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali," tutup Purbaya.