Pemerintah Pastikan B50 Aman untuk Kendaraan, Sudah Diuji Bertahun-tahun dan Tak Merusak Mesin


 Pemerintah Pastikan B50 Aman untuk Kendaraan, Sudah Diuji Bertahun-tahun dan Tak Merusak Mesin Ilustrasi - Sampel uji produk bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit 50 persen atau B50 (Antara/HO/BPDP)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah menegaskan bahwa bahan bakar biodiesel B50 aman digunakan oleh masyarakat dan tidak akan merusak mesin kendaraan. Kepastian ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran sebagian masyarakat setelah pemerintah mulai menerapkan mandat penggunaan B50 secara nasional.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penerapan B50 bukanlah kebijakan yang diambil secara mendadak. Program ini telah melalui perjalanan panjang selama hampir dua dekade, mulai dari riset, pengujian teknis, hingga evaluasi menyeluruh di berbagai sektor.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan pemerintah memahami adanya kekhawatiran mengenai dampak B50 terhadap performa mesin kendaraan. Karena itu, aspek keamanan mekanis menjadi perhatian utama sejak awal pengembangan biodiesel di Indonesia.

"Perlu kami tegaskan bahwa B50 bukanlah sebuah kebijakan yang muncul secara tiba-tiba atau merupakan lompatan yang gegabah. Ini adalah buah dari perjalanan panjang hampir dua dekade dalam pengembangan biodiesel nasional," ujar Dwi Anggia di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pengembangan Biodiesel Dimulai Sejak 2008

Dwi menjelaskan, program biodiesel nasional dimulai pada 2008 dengan penerapan campuran B2,5. Setelah itu, pemerintah secara bertahap meningkatkan kadar biodiesel menjadi B10, B20, B30, B35, B40, hingga kini mencapai B50 dikutip Antara.

Setiap kenaikan kadar campuran selalu didahului oleh serangkaian pengujian teknis yang ketat untuk memastikan kualitas bahan bakar tetap aman sekaligus mampu menjaga performa mesin kendaraan.

B50 Diuji di Berbagai Sektor

Sebelum diberlakukan secara penuh, B50 telah melewati pengujian komprehensif bersama berbagai pemangku kepentingan. Uji coba dilakukan pada beragam jenis kendaraan dan peralatan operasional.

Pengujian mencakup kendaraan bermotor, alat dan mesin pertanian (alsintan), alat berat di sektor pertambangan, kereta api, transportasi laut, hingga pembangkit listrik.

Hasil pengujian menunjukkan performa B50 semakin baik, bahkan disebut melampaui kinerja formula B40 yang sebelumnya telah digunakan secara luas.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Dwi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi meluncurkan implementasi penuh mandat B50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis minyak sawit dalam negeri.

Selain memperkuat kemandirian energi, implementasi B50 juga menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang berhasil menerapkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit hingga mencapai 50 persen.

Pemerintah berharap penerapan B50 tidak hanya meningkatkan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri sawit dan mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru