Selasa, 01 September 2026

Investasi Proyek LNG Masela Tembus Rp342 Triliun, Bahlil: Serap 12 Ribu Tenaga Kerja


 Investasi Proyek LNG Masela Tembus Rp342 Triliun, Bahlil: Serap 12 Ribu Tenaga Kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

TANIMBAR, MALUKU, ARAHKITA.COM – Proyek LNG Abadi Masela memasuki babak baru setelah resmi dimulai melalui groundbreaking yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, proyek strategis nasional tersebut memiliki nilai investasi sekitar 21 miliar dolar AS atau setara Rp342 triliun.

Besarnya investasi itu diyakini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Proyek ini juga diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja serta mendukung agenda transisi energi melalui penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS).

"Investasi ini kurang lebih 20,95 miliar atau sekitar 21 miliar dolar AS," kata Bahlil dalam sambutannya.

Dari total investasi tersebut, sekitar 1 miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk pengembangan teknologi CCS sebagai upaya menekan emisi karbon dalam proses produksi gas alam.

Bahlil menjelaskan, setelah beroperasi nanti, Proyek LNG Abadi Masela ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 35 ribu barel kondensat per hari, serta 150 juta kaki kubik gas alam per hari.

Pemerintah juga memastikan sebagian besar produksi gas akan diprioritaskan untuk kebutuhan energi nasional.

"Gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan maksimal 40 persen untuk ekspor," ujar Bahlil.

Menurutnya, keberadaan Proyek Masela akan menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain memperkuat pasokan energi, proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan investasi jangka panjang, percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur, hingga tumbuhnya berbagai peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Pada tahap konstruksi saja, proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja.

"Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi," ujar Bahlil dikutip Antara.

Proyek Strategis Nasional

Proyek LNG (Liquefied Natural Gas) Abadi di Wilayah Kerja (WK) Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi. Pengembangannya dioperasikan oleh INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd.

Lapangan Abadi berada di Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku, sekitar 12 mil dari pulau terdekat atau sekitar 750 kilometer di selatan Kota Ambon. Lokasi lapangan berada pada kedalaman laut antara 400 hingga 800 meter, dengan sisi selatan blok berbatasan langsung dengan wilayah laut Indonesia dan Australia. Seluruh wilayah kerja tersebut tetap berada di dalam yurisdiksi Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru