Ilustrasi - Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktivitas dunia usaha di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif pada triwulan II 2026. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan kinerja di berbagai sektor utama, didorong oleh menguatnya aktivitas pertanian, konstruksi, hingga pertambangan. Perbaikan ini juga tercermin dari meningkatnya kapasitas produksi dan tetap terjaganya kondisi keuangan pelaku usaha.
Bank Indonesia mencatat nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dunia usaha pada triwulan II 2026 mencapai 12,97 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 10,11 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan peningkatan tersebut ditopang oleh membaiknya kinerja mayoritas lapangan usaha utama.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan SBT sebesar 1,74 persen. Kinerja positif juga terlihat pada sektor konstruksi (0,81 persen) serta pertambangan dan penggalian (0,37 persen) seiring meningkatnya aktivitas usaha.
Di sisi lain, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum turut mencatat pertumbuhan dengan SBT 0,50 persen. Peningkatan ini didorong oleh tetap tingginya permintaan masyarakat selama rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan musim liburan sekolah pada triwulan II 2026.
Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp17.921 per Dolar AS, Survei BI Ungkap Aktivitas Dunia Usaha Makin BergairahPerbaikan aktivitas usaha juga tercermin pada tingkat kapasitas produksi. BI mencatat kapasitas produksi terpakai mencapai 73,80 persen, naik dibandingkan realisasi triwulan I 2026 yang sebesar 73,33 persen.
Peningkatan kapasitas produksi terutama berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik.
Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dinilai tetap solid. Dari hasil survei, aspek likuiditas dan rentabilitas pelaku usaha masih berada pada kondisi yang baik, sementara akses terhadap pembiayaan atau kredit juga dinilai tetap mudah dikutip Antara.
Ke depan, pelaku usaha masih optimistis terhadap prospek ekonomi. Responden survei memperkirakan aktivitas dunia usaha pada triwulan III 2026 tetap berada dalam tren positif dengan SBT sebesar 11,75 persen.
Peningkatan diperkirakan terutama terjadi pada sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, yang didukung oleh permintaan masyarakat yang diproyeksikan tetap kuat.
Sektor konstruksi juga diperkirakan terus tumbuh seiring berlanjutnya berbagai proyek pemerintah maupun swasta. Selain itu, aktivitas pertambangan diproyeksikan meningkat karena penurunan curah hujan yang mendukung operasional di lapangan.