Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato sambutan dalam kegiatan Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan berbasis etanol di Indonesia. Untuk mewujudkan penggunaan BBM E20, pemerintah siap membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik etanol di berbagai daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
Saat memberikan arahan dalam kegiatan panen raya bersama TNI di Malang, Jawa Timur, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat (17/7/2026), Prabowo mengatakan Indonesia sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk menggunakan campuran bensin dengan etanol hingga 20 persen atau E20.
Namun, menurutnya, pengembangan E20 masih terkendala minimnya fasilitas produksi etanol. Saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik etanol, sehingga kapasitas produksi masih jauh dari kebutuhan.
"Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik, kalau perlu sampai 50 pabrik," ujar Prabowo.
Presiden mencontohkan keberhasilan India yang telah menerapkan E20 secara luas, sementara Brasil bahkan telah memanfaatkan E100 atau bahan bakar berbasis etanol murni. Pengalaman kedua negara tersebut membuatnya optimistis Indonesia juga mampu mengejar target serupa.
Kemandirian Energi Terus Dipercepat
Prabowo menegaskan pemerintah terus mempercepat berbagai program strategis untuk mencapai swasembada energi. Salah satunya melalui peresmian Proyek LNG Abadi Masela yang dilakukan sehari sebelumnya, Kamis (16/7), setelah proyek tersebut tertunda selama hampir tiga dekade.
Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pertama yang memproduksi B50, yakni bahan bakar berbasis campuran biodiesel dari minyak sawit dengan solar.
"Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit. Jadi, dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri," kata Prabowo.
Menurut Presiden, keberhasilan tersebut menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan dengan memanfaatkan sumber daya alam sendiri.
Motor Listrik Nasional Segera Diluncurkan
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa terus berkolaborasi mewujudkan target pemerintah di bidang energi, pangan, sumber daya alam, hingga inovasi teknologi.
Ia juga mengungkapkan bahwa motor listrik nasional akan diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang. Kehadiran kendaraan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, terutama para petani, melalui sarana transportasi yang lebih hemat dan efisien.
Peluncuran motor listrik nasional dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi menuju ekosistem energi yang lebih bersih sekaligus memperkuat industri dalam negeri.