Airlangga: Hilirisasi, Manufaktur, dan Sektor Makanan-Minuman Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja


 Airlangga: Hilirisasi, Manufaktur, dan Sektor Makanan-Minuman Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/M Baqir Idrus Alatas)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah menyebut investasi di sektor hilirisasi, manufaktur, serta industri makanan dan minuman (mamin) menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya penyerapan tenaga kerja di Indonesia sepanjang awal 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tren positif tersebut tidak terlepas dari arus investasi yang terus mengalir ke sektor-sektor produktif yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode Februari hingga Mei 2026 bertambah sekitar 522 ribu orang.

"Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi. Sekitar 30 persen investasi kembali mengalir ke sektor hilirisasi. Sementara di Pulau Jawa, investasi lebih banyak masuk ke sektor manufaktur. Sektor-sektor inilah yang menjadi penopang utama peningkatan penyerapan tenaga kerja," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Airlangga, sektor hilirisasi dan manufaktur memiliki kemampuan besar menciptakan lapangan kerja karena membutuhkan tenaga kerja pada berbagai tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, proses manufaktur, hingga distribusi produk ke pasar.

Tak hanya itu, industri makanan dan minuman juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Sektor ini tumbuh sekitar 10 persen dan ikut memperluas peluang kerja seiring meningkatnya konsumsi masyarakat serta pulihnya aktivitas pariwisata.

"(Sektor) makanan dan minuman juga terdorong oleh meningkatnya wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga ikut mendorong penyerapan tenaga kerja," kata Airlangga dikutip Antara.

Angkatan Kerja Terus Bertambah

Sementara itu, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa peningkatan penyerapan tenaga kerja berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja nasional.

Hingga Mei 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang, meningkat sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

BPS juga mencatat jumlah penduduk usia kerja telah mencapai 220,23 juta orang, atau naik sekitar 689 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Jika dilihat berdasarkan status pekerjaan, pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang, bertambah sekitar 391 ribu orang.

Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat 38,42 juta orang, meningkat 72 ribu orang. Adapun pekerja setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang, atau bertambah sekitar 59 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan bahwa investasi yang terus mengalir ke sektor-sektor strategis tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat. Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring percepatan hilirisasi industri, penguatan sektor manufaktur, serta meningkatnya aktivitas konsumsi dan pariwisata di berbagai daerah.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru