Senin, 28 September 2026

OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Dunia 2026, Asia Jadi Sorotan


 OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Dunia 2026, Asia Jadi Sorotan OPEC menyampaikan perkiraan tersebut dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya. Dalam laporan sebelumnya pada Juli, organisasi tersebut memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia sebesar 800.000 barel per hari (yoy) untuk 2026. ANTARA/Xinhua.

WINA, ARAHKITA.COM – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk 2026. Dalam laporan pasar minyak bulanan terbaru yang dirilis Rabu (12/8/2026), OPEC memperkirakan permintaan minyak global hanya akan bertambah sekitar 600.000 barel per hari (bpd) dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi OPEC pada Juli 2026 yang memperkirakan pertumbuhan permintaan mencapai 800.000 barel per hari.

Permintaan Asia Jadi Perhatian

Revisi proyeksi tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan pasar Asia. OPEC memperkirakan pertumbuhan konsumsi minyak di sejumlah negara besar seperti China dan India, serta kawasan Asia lainnya, akan lebih lemah sepanjang 2026.

Kawasan Asia-Pasifik juga diperkirakan mengalami penurunan permintaan minyak yang lebih tajam dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat OPEC kembali menyesuaikan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini.

Meski demikian, OPEC tidak sepenuhnya melihat prospek pasar minyak dalam tren melemah. Organisasi tersebut justru memperkirakan permintaan minyak dunia akan tumbuh lebih kuat pada 2027.

Permintaan Minyak Diproyeksikan Menguat pada 2027

Untuk 2027, OPEC menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia menjadi sekitar 2,2 juta barel per hari.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di kisaran 1,9 juta barel per hari.

Penguatan permintaan pada 2027 kembali diperkirakan berasal dari sejumlah pasar di Asia.

China, India, kawasan Asia lainnya, dan Asia-Pasifik diproyeksikan mencatat pertumbuhan permintaan minyak yang lebih kuat dibandingkan 2026.

Eropa juga diperkirakan ikut mengalami peningkatan pertumbuhan permintaan minyak secara tahunan pada 2027 dilansir Antara.

Apa Artinya bagi Pasar Minyak?

Perubahan proyeksi OPEC menunjukkan bahwa permintaan minyak dunia masih menghadapi tekanan pada 2026, terutama dari kawasan Asia yang selama ini menjadi salah satu motor utama konsumsi energi global.

Namun, proyeksi 2027 memberikan gambaran yang berbeda. Kenaikan perkiraan permintaan menunjukkan OPEC masih melihat adanya potensi pemulihan konsumsi minyak global dalam jangka menengah.

Perkembangan ekonomi China, India, negara-negara Asia lainnya, serta kondisi ekonomi Eropa akan menjadi sejumlah faktor penting yang perlu diperhatikan dalam melihat arah permintaan minyak dunia ke depan.

Dengan demikian, pasar minyak global pada 2026 masih menghadapi ketidakpastian, sementara 2027 diproyeksikan membawa prospek pertumbuhan permintaan yang lebih kuat.


 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru