Perhatian Pasar Tertuju pada Inflasi Indonesia, Rupiah Melemah


 Perhatian Pasar Tertuju pada Inflasi Indonesia, Rupiah Melemah Ilustrasi: Rupiah melemah. (Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Bulan trading ini sangat sulit bagi Rupiah karena Dolar yang menguat secara umum, krisis Turki, dan ketegangan dagang global.

Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga sebanyak empat kali dalam tiga bulan guna menolong nilai tukar Rupiah. Walau begitu, faktor eksternal seperti ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan ketidakpastian pasar secara umum tetap sangat membebani Rupiah.

Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM dalam analisisnya menyebut, rupiah bertahan di dekat level terendah tiga tahun, apakah BI akan terpaksa bertindak lagi untuk membatasi merosotnya nilai tukar mata uang Indonesia? Kenaikan suku bunga mungkin bisa mengendalikan arus keluar modal, dan dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

"Perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi bulan Juli yang dijadwalkan dirilis pagi ini. Pasar akan memperhatikan apakah depresiasi Rupiah mengakibatkan kenaikan tekanan inflasi,"ungkap Lukman.

Dolar Bertahan di Atas 95.00Lukman juga mengatakan sentimen beli terhadap Dolar terpukul pada separuh pertama pekan ini setelah Trump meningkatkan kritik terhadap Federal Reserve.

"Depresiasi ini terasa agak berlebihan, terutama mengingat bahwa ini bukan pertama kalinya Trump menyerang Federal Reserve. Upaya Trump untuk melakukan intervensi verbal dapat menekan Dolar di jangka pendek, namun prospek jangka menengah dan panjang tetap mengarah ke atas,"papar Lukman.

Berbagai faktor fundamental di balik apresiasi Dolar menurut Lukman masih tetap ada, dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS tahun ini tetap tinggi, sehingga Dolar tetap berkuasa.

"Dari aspek teknis, Indeks Dolar dapat mengalami koreksi teknikal di grafik harian. Breakdown di bawah 95.50 dapat mendorong penurunan menuju 95.00. Jika bears dapat mengantarkan harga di bawah level support 95.00, level penting berikutnya mungkin berada di sekitar 94.70,"jelas Lukman.

GBPUSD Menguji 1.2900Lukman juga menjelaskan bahwa Pound Inggris bereaksi positif terhadap laporan bahwa Inggris terus mengadakan negosiasi dengan Uni Eropa guna mengupayakan terobosan dalam diskusi Brexit.

Dolar yang melemah juga kata Lukman memberi dukungan bagi bulls Pound dengan GBPUSD menembus di atas 1.2900. Walaupun optimisme baru terhadap negosiasi Brexit dapat mengangkat Pound, tapi sampai kapan? Inggris dijadwalkan keluar secara resmi dari Uni Eropa tujuh bulan lagi, jadi waktu terus berjalan. Pound dapat diserang dari segara arah apabila kekhawatiran semakin besar bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa tanpa ada kesepakatan dagang.

"Dari aspek teknis, GBPUSD memantul hebat pada grafik harian karena Dolar AS melemah. Breakout teknikal di atas 1.2900 dapat mendorong peningkatan menuju 1.3030. Walau begitu, penurunan berkelanjutan di bawah 1.2900 dapat menyebabkan harga kembali menurun menuju 1.2820 kemudian 1.2770,"kata Lukman.

Komoditas - EmasDikatakan Lukman, bulls emas mendapat dukungan besar dalam bentuk Dolar yang melemah pekan ini. Walaupun harga mengalami pantulan kuat dari level terendah tahunan $1160, namun prospek tetap condong ke arah bawah. Dolar berpotensi pulih karena peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan permintaan safe haven, sehingga emas tetap rentan melemah.

"Dolar yang terus melemah dapat mengantarkan harga emas menuju level psikologis $1200. Kenaikan tegas di atas level ini dapat mendorong peningkatan lebih lanjut menuju $1216 dan kemudian $1230. Sebaliknya, jika $1200 ternyata adalah resistance yang sulit ditembus, maka harga dapat kembali merosot ke $1180,"pungkasnya.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru