Begini Cara Mengelola Keuangan Agar Jadi Orang Kaya


 Begini Cara Mengelola Keuangan Agar Jadi Orang Kaya Mengelola keuangan seperti sering menabung dengan suatu hari bisa jadi orang kaya. (Finansialku)

Oleh: Hesti Retno Wahyuni, SIKom

SEMUA orang yang pernah mendengar nasehat keuangan yang tidak pernah lekang waktu satu kali ini; “Rajin menabung pangkal kaya.”

Generasi apapun, pasti nggak luput dengar wejangan satu ini barang satu kali. Setuju?

Ngomong-ngomong soal ini, apakah kamu sudah mempraktikannya? Sering menabung dengan suatu hari bisa jadi orang kaya?

Tapi ternyata, setelah dilakukan, itu tidak terwujud sesuai yang kita hubungi, ya ? Uang yang susah payah ditabung, kadang harus diatur karena ada kebutuhan mendadak. Terus, kapan kaya-nya?

Tenang-tenang, semua orang tentu pernah berada di fase ini. Bahkan, perencana keuangan sekaligus CEO dan pendiri keuangan, Melvin Mumpuni juga pernah begitu.

Lulus kuliah, bekerja, menabung gaji atau tahapan hidup yang didapatkan setiap bulan, berhemat tapi sedikit investasi.

Ini tentu dilakukan bukan tanpa alasan. Melvin Mumpuni, dan kita semua, punya banyak mimpi di masa depan yang harus diwujudkan, 'kan ?

Tapi, apakah kamu tahu, kalau ternyata menabung saja tidak cukup untuk mewujudkan mimpi kita, lho !

Karena ternyata kita tidak tersadar pada masalah-masalah lain yang menjadi faktor penghambat kita dalam mewujudkan masa depan, yang diidentifikasi oleh Melvin Mumpuni, di antaranya:

  • Pemasukan Terlalu Kecil , di mana pemasukan atau pengeluaran kamu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban hidup saja, tidak tersisa untuk menabung atau investasi.
  • Biaya Hidup Terlalu Besar, yaitu keadaan pemasukan mana yang sudah tergolong besar, tapi kamu tidak bisa pengeluaran biaya. Masalah kedua ini sering terjadi di masa kini karena banyaknya godaan yang tidak bisa berdiri.
  • Cicilan Terlalu Besar, adalah keadaan pemasukan dan pengeluaranmu cukup stabil, tapi keuanganmu berantakan karena cicilanmu terlalu besar.

Ketiga masalah ini banyak masalah tapi kadang tidak disadari oleh anak muda di Indonesia.

Selain itu, ada juga masalah keuangan yang cukup serius oleh para anak muda di Indonesia, yaitu adanya kebutaan finansial dan konsumerisme.

Budaya konsumerisme, adalah budaya di mana kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Budaya ini tidak akan kita temukan di jaman orang tua kita, karena jaman sekarang, kita bukan cuma beli barang, tapi juga beli gengsi.

Seperti misalnya, orang tua dulu, beli kopi sachet , harganya mungkin tidak sampai Rp 5000.

Tapi sekarang, kita beli kopi, harus di tempat tertentu, dengan harga yang bisa jadi dua bahkan lima kali lipatnya.

Dulu, kita melihat barang diskon mungkin cuma saat akhir pekan saja. Tapi sekarang, kita bisa lihat barang-barang diskon tak mendapatkan setiap harinya baik lewat media sosial atau pun e-commerce kesayangan kita.

Ini yang akhirnya membuat usaha kita untuk menjadi 'kaya' semakin sulit, karena uang kita semakin terbatas, tapi godaannya semakin keluar dari batas.

Keadaan ini diperparah dengan adanya beberapa orang yang nekat untuk menjerat dirinya dengan pinjaman online hanya untuk bisa membeli barang-barang konsumtif tersebut.

Ketika sudah ada dalam jebakan ini, kita bisa menebak situasi kehidupan mereka, yaitu, kewalahan bayar cicilan, gaji lubang tutup lubang, dan berlanjut sampai jumlah cicilannya menggunung.

Sementara kebutaan finansial ini digunakan oleh Melvin Mumpuni untuk orang-orang yang tidak paham bagaimana caranya uang bekerja untuk dirinya sendiri.

Kebutaan mengenai literasi finansial ini masih menjadi PR besar untuk anak muda di Indonesia, karena meski literasi keuangan di tengah anak muda terus meningkat, masih banyak jumlah anak muda yang nyatanya belum tersentuh literasi keuangan.

Seperti misalnya 'peraturan-peraturan' dasar dalam keuangan, di mana pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran, yang banyak belum dipraktikkan oleh anak muda Indonesia.

Selain itu, ada juga cara keuangan, di mana sebagian besar orang berhemat mati-matian ketika punya pemasukan yang kecil, tidak menambah tahap.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menambah tahap kita? Gampang! Mulai lah dengan langkah kecil, seperti menonton kelas online Income Breakthrough  secara GRATIS dari Finansialku di course.finansialku.com saja.

Untuk mengaksesnya, kamu bisa menggunakan e-mail dan password yang sama dengan yang sudah mendaftar di aplikasi.

Kalau belum pernah membuat akun sama sekali, kamu bisa memakai diri dan mengisi formulir dengan data yang dibutuhkan.

Setelah berhasil masuk, kamu cuma perlu mengikuti seluruh prosesnya sampai selesai, deh !

 

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Finansialku Terbaru