Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman (kiri), berbincang dengan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA di sela peluncuran tiga buku karya Menteri Agama pada Rukun Festival 2026. ANTARA/HO-Humas UIN Ar Raniry
GLOBAL HARMONY | INTER FIDEI
BANDA ACEH, ARAHKITA.COM – Keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia ternyata dinilai memiliki nilai strategis di panggung internasional. Di tengah meningkatnya konflik dan polarisasi di berbagai belahan dunia, pengalaman Indonesia menjaga kehidupan masyarakat yang majemuk dianggap dapat menjadi inspirasi bagi upaya membangun perdamaian global. Nilai toleransi, dialog, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi modal yang tidak dimiliki banyak negara.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, mengatakan Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat masyarakat yang beragam. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi diplomasi yang mengedepankan nilai kemanusiaan sekaligus menghormati perbedaan.
Baca juga:
Yusril: Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se Jadi Jembatan Persaudaraan Lintas Agama di Indonesia"Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat kehidupan masyarakat yang majemuk. Pengalaman tersebut dapat menjadi model diplomasi yang bertumpu pada nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap perbedaan," ujar Mujiburrahman di Banda Aceh, Selasa (14/7/2026).
Gagasan tersebut juga dituangkannya dalam buku "Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar" yang diluncurkan pada ajang Rukun Festival 2026 di Jakarta.
Baca juga:
Liga Muslim Dunia Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Perdamaian dan Dialog Antaragama GlobalMenurut Mujiburrahman, pengalaman Indonesia dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman merupakan aset penting yang layak ditawarkan kepada dunia sebagai contoh hidup berdampingan secara damai.
Ia menilai praktik pengelolaan kemajemukan di Indonesia dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Buku "Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar" merupakan karya kolaboratif yang menghadirkan pemikiran dari 24 akademisi, rektor, guru besar, dan intelektual Indonesia. Buku ini mengangkat diplomasi agama sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun perdamaian global.
Karya tersebut mengembangkan gagasan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. mengenai pentingnya peran agama dalam memperkuat dialog antarumat beragama, menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, serta mempererat kerja sama antarbangsa.
Selain Mujiburrahman, buku ini juga memuat tulisan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Masnun Tahir, Maimun, Idi Warsah, Rosihon Anwar, Agustinus, Abdurrohman Kasdi, Wan Jamaluddin Z., Lukman Hakim, dan Toto Suharto dikutip Antara.
Beragam tulisan tersebut membahas diplomasi agama dari berbagai sudut pandang, mulai dari humanisme religius, moderasi beragama, dialog lintas iman, tafsir keagamaan, hingga diplomasi peradaban. Keseluruhannya memperkuat pesan bahwa keberagaman bukan sekadar identitas bangsa, melainkan juga kekuatan Indonesia untuk berkontribusi menciptakan perdamaian dunia.