Loading
Daun Stevia (Stevia rebaudiana). (123RF.com)
Diasuh oleh: dr Prapti Utami, M.Si
STEVIA adalah kata yang sekarang sudah tidak asing lagi bagi kita, karena sudah sangat familier sebagai pemanis alami pengganti gula yang baik untuk penderita diabetes karena tidak mengandung kalori. Benarkah demikian? Kenalkan kita dengan tanaman yang namanya Stevia? Mari kita simak sekelumit tentang daun Stevia (Stevia rebaudiana).
Dikenal dengan daun gula, daun madu, daun manis Paraguay. Mereka menggunakan daun ini sebagai ramuan obat untuk penguat jantung, membantu menurunkan gula darah dan tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya. Zat aktif yang terkandung dalam daun stevia selain menurunkan gula darah dan tekanan darah, juga memiliki aktifitas antibakteri, mengurangi bengkak, diuretik dan melebarkan pembuluh darah. Penggunaanya juga harus ditakar karena ada sifat nefrotoksik (meracuni ginjal) dan kandungan steviol bersifat mutagenik. Ibu menyusui dan ibu hamil tidak disarankan minum pemanis berbahan dasar stevia.
Daun ini telah dikonsumsi sejak thn 1800 oleh suku asli yang ditemukan oleh penjelajah Spanyol. Seorang ahli kimia dari Paraguay bernama Ovidio Rebaudi berhasil menganalisis komponen kimia daun stevia, sehingga namanya diabadikan sebagai nama daun stevia yaitu Stevia rebaudiana.
Tanaman perdu setinggi 60 s/d 90 cm ini telah digunakan oleh negara asal yaitu di Amerika Selatan dan Asia Timur (Jepang, China dan Korea Selatan) sebagai pengganti aspartam. Mereka memanfaatkannya dengan menyeduh daun yang kering atau menaburkan powder di atas makanan. Beberapa penelitian menuliskan daun yang dikeringkan rasa manisnya bisa 300x gula tebu.
Beberapa penelitian pada hewan, stevia meningkatkan pelepasan insulin dan meningkatkan sensitifitas insulin seluruh sel tubuh dan memperlambat produksi glukosa di liver.
Riset pada manusia telah dilakukan terhadap 12 orang dengan pemberian ekstrak 1 gr stevia, terbukti hasil pemeriksaan gula darah setelah makan turun dibanding yang diberi placebo. Kemungkinan yang terjadi adalah sekresi insulin meningkat.
Baca juga:
Mengenal Tanaman SteviaDi Indonesia stevia bisa tumbuh di ketinggian 700 s/d 1500 dpl dengan suhu 20 s/d 24 derajat Celcius, sehingga cukup perlu perhatian pada penanamannya karena membutuhkan ketinggian tertentu tanaman ini bisa efektif utk tumbuh dan berkembang. Pemanfaatan daun stevia secara langsung di Indonesia masih belum merakyat, hanya orang orang tertentu saja yg memanfaatkannya sebagai pemanis alami, karena kesulitan mendapatkan daun aslinya. Dalam bentuk simplisia atau daun kering, daun stevia bisa langsung diseduh, bisa tunggal atau dicampur dengan teh atau rempah yang lain. Stevia menjadi pilihan aditif makanan atau zat penambah makanan atau minuman yang memberikan rasa manis tanpa cemas dengan tingginya kalori. Sebagai pemanis alami kita juga mengenal madu, gula merah yg berasal dari kelapa atau enau, dan gula tebu.
Masyarakt Indonesia sangat akrab dengan rasa manis, sehingga banyak sekali minuman dan makanan ditambahkan zat aditif yang memberikan rasa manis tapi membahayakan kesehatan. Air yang paling sehat untuk tubuh kita adalah air bening yang kita perlukan sehari hari. Dalam 24 jam kebutuhan air kita adalah berat badan x 0.04 liter. Sudahkan Anda memenuhi tubuh dengan air sesuai kebutuhan?
Sumber: 36 Healing Herbs, The Worlds Best Medicinal Plants, Rebecca et al, National Geographic, 2012.
James A.Duke, Mary Jo, Judi du Celter, Peggy Ann.2001. CRC Press. London
WA: 08788 2000 782
IG: @herbalmedicineclass
@sekarutami_toga
FB: Tanaman Obat Keluarga Sekar Utami