Loading
Minuman jahe secara rutin terbukti memberi banyak manfaat. (Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Minuman jahe semakin populer sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat. Minuman bercita rasa pedas ini mudah ditemukan. Namun, di balik sensasi hangat yang kuat, muncul pertanyaan: seberapa besar manfaat minuman jahe bagi kesehatan?
Para ahli menyebut minuman jahe memiliki sejumlah manfaat yang didukung penelitian, mulai dari membantu pencernaan hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jahe sendiri telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional, termasuk pengobatan Tiongkok dan Ayurveda.
Meningkatkan Imun Tubuh
Baca juga:
Ragam Khasiat Jahe bagi KesehatanAhli diet dari Novant Health Forsyth Medical Center, Alice Smith, dilansir The Independent, mengatakan jahe memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Penelitian menunjukkan jahe dapat membantu melawan peradangan, mendukung sistem pencernaan, serta berkontribusi pada peningkatan daya tahan tubuh.
Salah satu manfaat jahe yang paling dikenal adalah kemampuannya dalam mendukung sistem imun. Jahe mengandung vitamin C, B6, dan A, yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Meski jumlah vitamin dalam satu porsi minuman jahe relatif kecil, banyak produk menambahkan jus lemon atau jeruk untuk meningkatkan asupan vitamin C.
Ahli gizi terdaftar Candace O’Neill dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kombinasi nutrisi tersebut dapat membantu meningkatkan asupan zat pendukung kekebalan tubuh, terutama jika dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Mengatasi Kembung
Minuman jahe juga dikenal efektif dalam membantu mengatasi gangguan pencernaan. Jahe segar dalam minuman jahe dinilai lebih bermanfaat dibandingkan minuman jahe berkarbonasi dalam meredakan kembung. Kandungan enzim alami dalam jahe dapat membantu mengurangi gas, meredakan sembelit, serta mengatasi mual.
O’Neill menyebut jahe juga berpotensi membantu mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar atau IBS. Selain itu, jahe telah lama digunakan untuk meredakan mual di pagi hari serta mual dan muntah akibat pengobatan kanker.
Melawan Peradangan
Manfaat lain dari jahe adalah kemampuannya dalam melawan peradangan. Ahli gizi terdaftar Elouise Rice menyatakan bahwa jahe terbukti dapat menurunkan kadar protein C-reaktif, penanda peradangan dalam tubuh. Senyawa aktif gingerol yang terdapat dalam jahe juga diketahui mampu meredakan nyeri kronis dengan menghambat produksi senyawa pro-inflamasi.
Turunkan Kolestrol dan Gula Darah
Jahe juga dikaitkan dengan pengaturan kadar gula darah dan kolesterol. O’Neill menjelaskan bahwa jahe dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu metabolisme glukosa. Sebuah studi kecil menunjukkan konsumsi dua gram jahe bubuk per hari dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
Selain itu, beberapa penelitian menemukan konsumsi jahe secara rutin berpotensi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, meski para ahli menegaskan masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan efek tersebut.
Meski sering dikaitkan dengan penurunan berat badan, para ahli mengingatkan bahwa minuman jahe bukan solusi instan. Smith menegaskan jahe dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan, tetapi penurunan berat badan tetap memerlukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, termasuk pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur.