Kamis, 24 September 2026

Leonardo DiCaprio Khawatir Masa Depan Bioskop di Tengah Dominasi Streaming


 Leonardo DiCaprio Khawatir Masa Depan Bioskop di Tengah Dominasi Streaming Aktor Leonardo DiCaprio. (IG @leonardodicaprio)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Aktor peraih Oscar Leonardo DiCaprio menyampaikan keprihatinannya terhadap masa depan bioskop di tengah perubahan besar yang terjadi di industri perfilman global. Ia menilai perombakan di studio-studio film dan meningkatnya dominasi layanan streaming berpotensi mengubah kebiasaan penonton dalam menikmati film.

Mengutip laporan laman Deadline pada Sabtu (3/1), DiCaprio mempertanyakan apakah masyarakat masih memiliki minat untuk menonton film di layar lebar. Dalam wawancaranya dengan The Times, ia menyebut industri film tengah berada dalam fase transisi yang berlangsung sangat cepat.

DiCaprio menyoroti hilangnya film dokumenter dari bioskop serta semakin terbatasnya penayangan film drama. Menurutnya, banyak penonton kini memilih menunggu film tersedia di platform streaming ketimbang menyaksikannya langsung di bioskop. Ia bahkan membayangkan bioskop bisa berubah menjadi ruang yang terisolasi, mirip dengan bar jazz yang hanya dikunjungi segelintir orang.

Bulan sebelumnya, DiCaprio juga menyampaikan pandangan serupa kepada Deadline. Ia menilai tahun ini menjadi salah satu periode paling kontroversial dalam sejarah perfilman, dengan tantangan besar yang mengancam pengalaman sinematik. Mengajak penonton untuk kembali ke bioskop disebutnya sebagai perjuangan yang semakin berat.

Meski demikian, DiCaprio tetap berharap akan muncul sosok-sosok visioner di industri film yang mampu menghadirkan karya unik dan relevan untuk dinikmati di layar lebar. Ia meyakini bioskop masih memiliki masa depan jika mampu menawarkan pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh platform digital.

Komentar tersebut, dilansir Antara, muncul tak lama setelah film terbaru DiCaprio berjudul One Battle After Another, garapan sutradara Paul Thomas Anderson, mencatatkan kesuksesan komersial dengan pendapatan lebih dari 205 juta dolar AS di seluruh dunia.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru