Loading
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo (kanan) berbincang dengan salah satu sineas Indonesia saat Austrian-Indonesian Partner Film Night di Washington, Amerika Serikat, Senin (8/6/2026). (ANTARA)
JAKARTA,ARAHKITA.COM - Partisipasi film pendek Indonesia dalam festival EuroAsia Shorts 2026 di Amerika Serikat menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan perfilman Tanah Air di kancah global, termasuk membuka peluang menuju ajang bergengsi Academy Awards atau Oscar.
Festival film pendek tahunan yang mempertemukan sineas dari Asia dan Eropa tersebut digelar pada pekan kedua Juni di Washington D.C. dengan mengangkat tema “Past/Present/Future”.
Menurut siaran pers KBRI Washington yang diterima di Jakarta, Kamis (11/6/2026), Indonesia berkesempatan menampilkan dua film pendek dalam acara Austrian-Indonesian Partner Film Night, yang merupakan rangkaian acara EuroAsia Shorts 2026, di Kedutaan Besar Austria di Washington D.C. pada Senin (8/6/2026).
Dalam rangkaian acara Austrian-Indonesian Partner Film Night, Indonesia mendapat kesempatan menampilkan dua film pendek, yaitu Kepaten Obor karya Lukman Hakim dan Daly City karya sineas diaspora Indonesia Nick Hartanto.
Acara ini merupakan bagian dari EuroAsia Shorts 2026 yang berlangsung di Kedutaan Besar Austria di Washington D.C. pada 8 Juni 2026, dan menjadi momentum penting dalam perayaan 20 tahun penyelenggaraan festival tersebut.
Rangkaian kegiatan ini dihadiri sekitar 500 penonton yang terdiri dari komunitas film, diplomat, akademisi, hingga masyarakat umum.
Salah satu sorotan utama dalam festival ini adalah film Daly City, yang telah masuk kategori Oscar-qualifying, sehingga memiliki peluang untuk melanjutkan proses seleksi menuju Academy Awards.
Selain itu, film Anak Macan karya Amar Haikal juga dilaporkan telah mencapai tahap serupa, memperkuat posisi karya sineas Indonesia di jalur penghargaan internasional.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menilai bahwa perfilman Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global sekaligus menjadi bagian penting dari diplomasi budaya.
Ia menyampaikan bahwa kekuatan cerita dan budaya Indonesia mampu diterima secara luas oleh audiens internasional.
“Film Indonesia memiliki kualitas cerita dan kekuatan budaya yang mampu berbicara kepada audiens global. Oleh karena itu, kita perlu terus mendukung para sineas agar semakin banyak karya Indonesia yang tampil dan bersaing di berbagai festival internasional,” ujar Indroyono.
Menurutnya, kehadiran film Indonesia di festival internasional bukan hanya soal prestise, tetapi juga membuka jalan menuju Oscar serta memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.
Lebih lanjut, Indroyono menegaskan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat diplomasi budaya yang efektif untuk memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.
Melalui partisipasi di ajang seperti EuroAsia Shorts 2026, Indonesia semakin memperkuat posisi dalam jejaring perfilman internasional yang terus berkembang.
Festival ini sendiri diselenggarakan melalui kerja sama berbagai kedutaan besar dan lembaga budaya internasional, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia Washington D.C., yang aktif mendukung promosi karya kreatif Indonesia di luar negeri.