Richard Gere Kembali ke Layar Lebar Lewat Asymmetry, Kisah Cinta Beda Usia yang Menyentuh


 Richard Gere Kembali ke Layar Lebar Lewat Asymmetry, Kisah Cinta Beda Usia yang Menyentuh Richard Gere Kembali ke Layar Lebar Lewat Asymmetry, Kisah Cinta Beda Usia yang Menyentuh. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Richard Gere kembali mencuri perhatian lewat proyek film terbarunya. Aktor senior Hollywood itu akan beradu akting dengan Diana Silvers dalam Asymmetry, adaptasi novel fenomenal karya Lisa Halliday yang mendapat banyak pujian dari kritikus.

Cuplikan pertama proses syuting film tersebut mulai beredar dan langsung menarik perhatian penggemar. Bukan hanya karena mempertemukan dua generasi aktor, tetapi juga karena kisah cinta yang diangkat menawarkan perspektif berbeda tentang hubungan, usia, dan kekuasaan.

Film ini disutradarai Edward Zwick, sineas di balik sejumlah film sukses Hollywood, dan menjadi proyek layar lebar pertamanya setelah vakum selama delapan tahun.

Kisah Cinta yang Berawal dari Sebuah Tatapan

Dalam Asymmetry, Richard Gere memerankan Ezra, seorang penulis terkenal berusia sekitar 70 tahun. Sementara Diana Silvers memerankan Alice, seorang asisten editorial muda yang bercita-cita menjadi penulis.

Hubungan keduanya bermula dari sebuah pertemuan sederhana di Central Park, New York. Dari satu tatapan mata, keduanya membangun hubungan yang perlahan berkembang menjadi kisah cinta rahasia yang mengubah hidup mereka.

Namun hubungan tersebut tidak berjalan mulus. Ketika kisah mereka mulai terungkap ke publik, keduanya harus menghadapi tekanan, prasangka, dan konsekuensi dari hubungan yang dianggap tidak lazim.

Adaptasi Novel yang Diakui Dunia

Asymmetry diangkat dari novel debut Lisa Halliday yang terbit pada 2018. Buku tersebut mendapat sambutan luar biasa dan bahkan masuk dalam daftar buku paling luar biasa abad ke-21 versi The New York Times.

Naskah film ditulis bersama oleh Edward Zwick, Lisa Halliday, dan Marshall Herskovitz. Halliday mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses adaptasi karyanya ke layar lebar.

Ia menyebut proses tersebut berlangsung penuh kreativitas, humor, serta dedikasi tinggi dari seluruh tim produksi.

Edward Zwick Kembali Setelah Delapan Tahun

Bagi Edward Zwick, Asymmetry menjadi proyek film layar lebar pertamanya dalam delapan tahun terakhir.

Menurutnya, novel karya Halliday berhasil memikat karena tidak hanya emosional, tetapi juga cerdas dan menyentuh. Ia menilai cerita ini mengajak penonton melihat bahwa sesuatu yang tampak "tidak seimbang" di mata masyarakat bisa saja memiliki nama lain: cinta.

Produksi Dimulai di New York

Produksi film telah dimulai di New York City. Foto-foto pertama dari lokasi syuting memperlihatkan Richard Gere dan Diana Silvers sedang duduk bersama di sebuah bangku taman, menggambarkan momen pertama pertemuan karakter Ezra dan Alice dikutip dari People.com.

Film ini diproduksi oleh FilmNation Entertainment bersama Rainmaker Films. Kedua rumah produksi menyebut Asymmetry sebagai kisah cinta yang tidak konvensional sekaligus mengajak penonton mempertanyakan pandangan umum tentang hubungan, perbedaan usia, dan dinamika kekuasaan.

Belum Ada Jadwal Tayang

Meski proses produksi sudah berjalan, hingga kini pihak studio masih belum mengumumkan tanggal resmi perilisan Asymmetry.

Namun dengan materi promosi perdana yang mulai diperkenalkan serta nama-nama besar yang terlibat di balik layar, Asymmetry diprediksi menjadi salah satu film drama romantis Hollywood yang paling dinantikan saat dirilis nanti.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru