Senin, 05 Oktober 2026

Anak-anak SBM Naik Panggung di Jejak Pulang, Membawa Suara Muda dalam Harmoni Persaudaraan


 Anak-anak SBM Naik Panggung di Jejak Pulang, Membawa Suara Muda dalam Harmoni Persaudaraan Paduan Suara SBM Mater Sanctisimma tampil dalam konser Jejak Pulang Saint Paul Choir, membawa suara anak-anak dan pesan tentang kebersamaan, keberanian, musik, serta regenerasi. (Foto: Arahkita/Farida Denura)

JAKARTA, ARAHKITA.COM -  Ada energi yang berbeda ketika anak-anak naik ke atas panggung.

Suara mereka mungkin belum memiliki kekuatan seperti penyanyi dewasa. Gerakan mereka mungkin masih menyimpan kepolosan. Namun, justru di situlah daya tariknya.

Dalam konser Jejak Pulang Saint Paul Choir (SPC), suara anak-anak menjadi bagian dari harmoni besar yang mempertemukan berbagai generasi.

Anak-anak dari Paduan Suara Sekolah Bunda Mulia, Mater Sanctisimma, turut tampil dalam konser yang menjadi perayaan 17 tahun perjalanan Saint Paul Choir di auditorium Sekolah Bunda Mulia (SBM), Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (3/10/2026).

Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai pengisi acara. Mereka menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana musik mempertemukan generasi, membangun keberanian, dan mengajarkan arti kebersamaan.

Dari Lingkungan Sekolah ke Panggung Konser

Bagi seorang anak, tampil di depan banyak orang bukan hal sederhana.

Ada rasa gugup sebelum naik panggung. Ada konsentrasi untuk mengingat lagu. Ada kebutuhan untuk mendengarkan suara teman-teman di sekeliling agar tetap berada dalam harmoni.

Namun, pengalaman seperti itulah yang membuat panggung menjadi ruang belajar.

Anak-anak belajar bahwa bernyanyi dalam paduan suara bukan hanya tentang suara sendiri.

Mereka harus mendengarkan.

Harus mengikuti.

Harus menyesuaikan diri.

Dan yang paling penting, harus berjalan bersama.

Nilai-nilai tersebut sebenarnya sangat sederhana, tetapi penting dalam kehidupan.

Seseorang tidak dapat selalu berjalan sendiri. Ada saatnya ia harus belajar mendengarkan orang lain dan memberikan ruang bagi orang lain untuk bersuara.

Di atas panggung Jejak Pulang, pelajaran tersebut hadir dalam bentuk yang paling menyenangkan: musik.

Mater Sanctisimma Membawa Warna Berbeda

Paduan Suara SBM, Mater Sanctisimma, tampil membawakan dua lagu, yaitu “Tuhan Sungguh Baik” dan “Sing Aleluia Clap Your Hand.”

Dua lagu tersebut memberikan warna tersendiri di tengah rangkaian konser yang sarat dengan pesan berkat, damai, persaudaraan, belas kasih, doa, dan kerja.

Kehadiran anak-anak membuat suasana pertunjukan terasa lebih segar dan penuh energi.

Apalagi konser Jejak Pulang melibatkan berbagai kelompok paduan suara dan generasi. Ada SPC, Saint Paul Youth Choir (SPYC), Saint Paul Children Choir (SPCC), SPCC Teens, serta Paduan Suara SBM Mater Sanctisimma.

Masing-masing hadir dengan karakter suara dan usia yang berbeda.

Namun, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari keindahan keseluruhan konser.

Bernyanyi Bersama, Belajar Bersama

Paduan suara mengajarkan satu hal yang tidak selalu mudah dipelajari di ruang kelas: kebersamaan.

Dalam sebuah kelompok, anak belajar bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh satu orang.

Jika satu anggota tidak memperhatikan, harmoni dapat terganggu.

Jika semua mendengarkan dan mengikuti arahan, suara yang berbeda dapat terdengar sebagai satu kesatuan.

Pengalaman tampil dalam konser seperti Jejak Pulang dengan demikian dapat menjadi proses belajar yang berharga.

Anak-anak bukan hanya belajar mengenai musik.

Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, keberanian, kerja sama dan rasa percaya diri.

Mereka juga belajar menghargai hasil kerja orang lain.

Sebab sebelum mereka berdiri di panggung, ada banyak orang yang bekerja untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan.

Ketika Sekolah Menjadi Bagian dari Sebuah Perjalanan

Keterlibatan anak-anak SBM juga memberikan makna tersendiri bagi Sekolah Bunda Mulia.

SBM tidak hanya menjadi tempat yang menyediakan auditorium untuk konser. Melalui kehadiran Mater Sanctisimma, sekolah juga ikut mengambil bagian dalam perayaan tersebut melalui talenta anak-anaknya.

Hal ini sejalan dengan semangat yang disampaikan Koordinator Pendidikan Sekolah Bunda Mulia, Marietta Metty, dalam sambutannya.

Marietta menyampaikan rasa syukur karena auditorium SBM dapat menjadi tempat untuk mempertemukan hati, pikiran, usaha, dan doa.

Ia juga mengingatkan bahwa langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama dalam iman, kasih dan harapan dapat menjadi sesuatu yang besar.

Pesan tersebut terasa nyata ketika melihat anak-anak SBM berdiri di atas panggung.

Mungkin bagi sebagian orang, penampilan beberapa lagu terlihat sebagai bagian kecil dari keseluruhan konser.

Namun, bagi anak-anak yang tampil, pengalaman tersebut bisa menjadi kenangan yang mereka bawa bertahun-tahun.

Bisa jadi, suatu hari nanti mereka akan mengingat bahwa salah satu panggung yang pernah mereka injak ketika masih kecil adalah panggung Jejak Pulang.

Menanam Pengalaman Sejak Dini

Regenerasi sebuah komunitas tidak selalu dimulai ketika seseorang sudah dewasa.

Ia dapat dimulai sejak anak-anak.

Ketika seorang anak berani tampil, belajar berlatih, bekerja bersama teman, dan menemukan kegembiraan dalam musik, sebenarnya sedang dibangun fondasi bagi pengalaman hidup yang lebih panjang.

Tidak semua anak yang tampil di panggung hari ini akan menjadi penyanyi profesional.

Dan memang bukan itu satu-satunya tujuan.

Yang jauh lebih penting adalah pengalaman yang mereka dapatkan.

Mereka belajar bahwa sesuatu yang indah membutuhkan proses.

Mereka belajar bahwa keberhasilan membutuhkan latihan.

Mereka belajar bahwa setiap orang memiliki peran.

Dan mereka belajar bahwa suara mereka memiliki tempat di tengah suara orang lain.

Suara Muda dalam Perjalanan Jejak Pulang

Tema Jejak Pulang sendiri berbicara tentang perjalanan.

Tentang kembali kepada kasih, iman, harapan, kedamaian, persaudaraan dan kehadiran Tuhan.

Dalam perjalanan tersebut, anak-anak memiliki tempat yang penting.

Mereka adalah bagian dari masa depan.

Ketika mereka diberi ruang untuk tampil dan berkarya, sesungguhnya sebuah komunitas sedang memberi kesempatan kepada generasi berikutnya untuk mengenal nilai-nilai yang ingin diwariskan.

Itulah sebabnya kehadiran Mater Sanctisimma dalam konser ini menjadi lebih dari sekadar penampilan.

Suara mereka membawa pesan bahwa perjalanan sebuah komunitas harus selalu memiliki ruang bagi generasi muda.

Dari Panggung Kecil Menuju Jejak yang Panjang

Konser Jejak Pulang juga menjadi bagian dari perjalanan pelayanan yang lebih luas. Perayaan 17 tahun SPC sekaligus diarahkan untuk mendukung 

pembangunan Gereja Paroki Santo Paulus Depok.

Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp22.930.117 dan 10 RM.

Konser ini mendapat dukungan dari Ideatax, Asoka Living, Seindonesia, Sekolah Bunda Mulia (SBM), dan Sinar Pesona Nusantara.

Berbagai pihak hadir dengan perannya masing-masing.

Ada yang bernyanyi.

Ada yang mengorganisasi acara.

Ada yang menyediakan tempat.

Ada yang memberikan dukungan.

Dan ada anak-anak yang membawa suara muda mereka ke atas panggung.

Semua menjadi bagian dari satu perjalanan.

Mereka adalah Bagian dari Masa Depan

Pada akhirnya, mungkin inilah salah satu makna terpenting dari keterlibatan anak-anak SBM dalam Jejak Pulang.

Mereka bukan sekadar pengisi acara.

Mereka adalah generasi yang sedang belajar membuat jejaknya sendiri.

Hari ini mereka mungkin berdiri di atas panggung dengan sedikit rasa gugup.

Hari ini mereka mungkin hanya mengingat nada, mengikuti aba-aba, dan memastikan suara mereka menyatu dengan teman-teman.

Namun, pengalaman itu akan menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Dan suatu hari nanti, ketika mereka melihat generasi yang lebih muda berdiri di panggung yang sama, mungkin mereka akan memahami bahwa setiap perjalanan memang dimulai dari langkah kecil.

Dari satu lagu.

Dari satu latihan.

Dari satu kesempatan untuk tampil.

Dari satu keberanian untuk berdiri bersama orang lain.

Jejak Pulang akhirnya bukan hanya tentang mereka yang telah berjalan selama 17 tahun. Ia juga tentang anak-anak yang hari ini mulai menuliskan jejak mereka sendiri.

Suara mereka mungkin masih muda.

Tetapi di dalam suara itulah tersimpan harapan bahwa musik, persaudaraan, iman, dan semangat pelayanan akan terus menemukan generasi penerusnya.

Dan malam itu, anak-anak SBM telah menjadi bagian dari cerita tersebut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru