Loading
Pesawat amfibi l AG600 Kunlong. (The Independent)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah China memberi lampu hijau produksi massal AG600 Kunlong, pesawat amfibi buatan dalam negeri yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia.
Lembaga penyiaran China CCTV, melaporkan sertifikasi diberikan oleh Administrasi Penerbangan Sipil China pada Rabu (11/6). Sertifikasi itu menandai tonggak penting dalam modernisasi industri penerbangan China, sekaligus membuka jalan ke pasar komersial.
AG600, dilansir The Independent, dirancang untuk berbagai misi, seperti pemadaman kebakaran hutan, pencarian dan penyelamatan maritim, serta tanggap darurat bencana. Pesawat ini memiliki panjang setara Boeing 737 dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km.
AG600 disebut mampu mengangkut 50 orang serta menyedot 12 ton air dalam 20 detik untuk keperluan pemadaman.
Pesawat amfibi ini, ditenagai empat mesin turboprop, AG600 memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat di darat maupun perairan, termasuk dalam gelombang setinggi 2 meter.
Pemerintah China menyebut pengembangan AG600 sebagai bagian dari modernisasi militer serta strategi peningkatan kapasitas industri penerbangan dalam negeri.
Wang Huafeng, seorang pejabat di departemen manajemen darurat provinsi Jilin, mengatakan kepada wartawan bahwa prototipe tersebut telah diuji coba untuk pemadaman api lewat udara di atas gunung Changbai.
"Uji coba telah menunjukkan kepada kami bahwa pesawat amfibi tersebut bagus dalam tugas tanggap darurat," katanya.
"Layanannya sangat membantu kami dalam hal pengendalian kebakaran padang rumput dan hutan," tambahnya.
"AG600 diharapkan dapat meningkatkan responsivitas dan efisiensi upaya penyelamatan kebakaran hutan," kata Ye Junwei, direktur pusat penyelamatan udara penanganan darurat Zhejiang pada kesempatan berbeda.
Batch pertama AG600 menyelesaikan uji terbang produksinya di Zhuhai, provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, pada bulan Mei tahun ini. Pesawat tersebut menyelesaikan uji jatuhnya air seberat 12 ton, terbang di udara selama 17 menit sebelum mendarat dengan mulus.
Pengembangan AG600 dimulai pada bulan September 2009, hanya tiga bulan setelah pemerintah Tiongkok menyetujui program tersebut. Konstruksi prototipe pesawat tersebut dimulai pada bulan Maret 2014 dan selesai dalam waktu dua tahun sebelum lepas landas dan mendarat perdana pada tahun 2017 di Zhuhai.
AG600 juga telah menyelesaikan uji terbang berbasis laut pertamanya di atas Laut Kuning pada tahun 2020.