Loading
Astronot legendaris Amerika Serikat, Jim Lovell, yang dikenal sebagai kapten misi Apollo 13, meninggal dunia pada usia 97 tahun di Lake Forest, Illinois. (Foto: Dok. NASA)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Astronot legendaris Amerika Serikat, Jim Lovell, yang dikenal sebagai kapten misi Apollo 13, meninggal dunia pada Kamis (7/8/2025) di usia 97 tahun di Lake Forest, Illinois. Lovell dikenang karena keberhasilannya membawa awak Apollo 13 pulang dengan selamat setelah ledakan serius terjadi di pesawat ruang angkasa mereka pada tahun 1970.
NASA memuji Lovell sebagai sosok yang mampu mengubah potensi bencana menjadi kisah keberhasilan yang membanggakan. Ketika misi pendaratan Bulan mereka harus dibatalkan karena ledakan tangki oksigen, Lovell bersama dua kru lainnya berjuang melewati krisis di luar angkasa dan akhirnya kembali ke Bumi dengan selamat.
Momen saat Lovell mengirimkan pesan ikonik, "Houston, kita punya masalah," telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah penjelajahan luar angkasa. Puluhan juta orang menyaksikan saat ketiganya mendarat di Samudra Pasifik dalam keadaan selamat, memperlihatkan keberanian dan kecerdikan manusia menghadapi bahaya ekstrem.
Selain Apollo 13, Lovell juga menjadi bagian dari misi Apollo 8 yang bersejarah sebagai awak pertama yang mengorbit Bulan. Ia tercatat sebagai manusia pertama yang mengunjungi Bulan dua kali, meski tidak pernah menginjakkan kaki secara langsung.
Sean Duffy, Penjabat Kepala NASA, menyampaikan penghormatan atas jasa Lovell, menyatakan bahwa ia telah membantu membuka jalan baru dalam program luar angkasa Amerika. Keluarga Lovell mengenang sosoknya yang penuh optimisme, humor, dan semangat yang menginspirasi sebagaimana dikutip dari bbc.com.
Tom Hanks, aktor yang memerankan Lovell dalam film Apollo 13 (1995), menyebutnya sebagai sosok pemberani yang tidak mencari ketenaran, melainkan terdorong oleh tantangan dan semangat mengejar impian.
Perjalanan Awal dan Karier Jim Lovell
Jim Lovell lahir pada 25 Maret 1928 di sebuah kota kecil di Wisconsin. Sejak remaja, ia sudah menunjukkan ketertarikan kuat pada teknologi roket dan penerbangan, bahkan membuat roket sederhana bersama gurunya.
Setelah ayahnya meninggal ketika Lovell masih kecil, keluarganya hidup dalam keterbatasan. Lovell pun memilih bergabung dengan Angkatan Laut AS untuk mengakses pendidikan dan pelatihan penerbangan yang diidamkan, serta sebagai jalan meraih impian menjadi ilmuwan roket.
Di Angkatan Laut, Lovell menjalani pelatihan pilot pesawat tempur dan melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut Annapolis, tempat yang membentuknya menjadi sosok disiplin dan berani.
Langkah Besar ke Luar Angkasa
Pada tahun 1962, Lovell terpilih sebagai salah satu dari sembilan astronaut NASA yang bertugas mewujudkan janji Presiden Kennedy untuk menempatkan manusia di Bulan. Ia menjalani sejumlah misi awal seperti Gemini 7 dan Gemini 12, yang menguji daya tahan dan kemampuan manusia di luar angkasa.
Misi Apollo 8 yang dipimpinnya pada Natal 1968 membawa Lovell dan kru mengorbit Bulan untuk pertama kalinya, menyaksikan fenomena menakjubkan yang kemudian dikenal sebagai "Earthrise" — citra Bumi yang muncul dari balik cakrawala bulan, yang mengubah perspektif manusia akan planet kita.
Krisis dan Keberhasilan Apollo 13
Pada April 1970, dalam misi Apollo 13, ledakan tangki oksigen membuat pesawat mereka rusak parah. Dengan sumber daya terbatas dan kondisi yang semakin kritis, Lovell dan awaknya harus bertahan hidup dalam keadaan sulit.
Pesan ikonik "Houston, kita punya masalah" yang disampaikan Lovell melalui radio, menandai awal perjuangan dramatis mereka untuk kembali ke Bumi. Menggunakan modul bulan sebagai "sekoci penyelamat," mereka menempuh perjalanan berbahaya di ruang angkasa.
Dunia menahan napas menyaksikan perjuangan ini lewat siaran televisi langsung. Setelah empat hari penuh ketegangan, ketiganya berhasil mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, membuktikan keberanian dan kehebatan teknologi manusia.
Warisan Jim Lovell
Setelah pensiun dari Angkatan Laut pada 1973, Lovell menjalani kehidupan yang lebih tenang, aktif berbicara di depan publik dan memimpin National Eagle Scout Association. Kisahnya bersama Apollo 13 diabadikan dalam buku dan film yang memperkenalkannya pada generasi baru.
Lovell meninggalkan warisan sebagai simbol keberanian, kecerdikan, dan dedikasi dalam penjelajahan luar angkasa. Ia dikenal sebagai sosok yang selalu mempertahankan integritas dan rasa rendah hati, bahkan ketika dipuji sebagai pahlawan nasional.