Jumat, 30 Januari 2026

Trump Dikabarkan Dukung Rencana Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia


  Trump Dikabarkan Dukung Rencana Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia Foto Kolase Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. (AP Photo/CNBC Indonesia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kabar terbaru dari arena geopolitik Eropa kembali memantik perhatian dunia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mendukung sebuah usulan perdamaian yang berpotensi mengubah peta konflik Rusia–Ukraina. Menurut laporan yang bocor usai pertemuan telepon dengan para pemimpin Eropa, Trump disebut-sebut bersedia menyetujui penyerahan wilayah strategis Ukraina kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip dua pejabat senior Eropa, Trump menilai konflik berkepanjangan bisa dihentikan jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersedia menyerahkan wilayah Donbas. Kawasan ini mencakup Donetsk dan Luhansk, yang sejak lama menjadi pusat pertarungan sengit antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Donbas, Kunci Tawar-Menawar Perang

Meski hampir seluruh wilayah Luhansk sudah dikuasai Rusia, Ukraina masih bertahan di sejumlah kota penting di Donetsk, termasuk Kramatorsk dan Sloviansk. Kedua kota tersebut hingga kini dijaga ketat karena menjadi benteng pertahanan utama Ukraina di kawasan timur.

Sumber yang dikutip The Guardian menyebutkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menekan agar Ukraina menarik diri sepenuhnya dari Donbas sebagai prasyarat perdamaian. Sebagai gantinya, Moskow menawarkan pembekuan operasi militer di garis depan lain, termasuk di Kherson dan Zaporizhzhia.

Sikap Trump dan Respons Eropa

Trump, dalam unggahan di media sosialnya pada Sabtu (16/8/2025), menekankan bahwa ia lebih memilih adanya perjanjian damai ketimbang sekadar gencatan senjata yang menurutnya “sering kali tidak dapat dipertahankan.” Ia juga dikabarkan mendukung penyerahan Donbas yang dikenal kaya mineral kepada Rusia.

Meski begitu, para pemimpin Eropa menyampaikan pandangan berbeda. Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan kesiapan bekerja sama dengan Trump dan Zelenskyy untuk mewujudkan pertemuan puncak trilateral, namun tetap menekankan bahwa keputusan mengenai wilayah adalah hak Ukraina. “Batas-batas internasional tidak boleh diubah dengan paksa,” tegas pernyataan tersebut.

Zelenskyy Bertahan pada Prinsip Perdamaian Berkelanjutan

Menanggapi perkembangan ini, Presiden Zelenskyy menegaskan sikapnya bahwa perdamaian sejati tidak bisa dicapai dengan menyerahkan wilayah. “Yang dibutuhkan adalah perdamaian yang akan bertahan lama, bukan jeda singkat di antara invasi Rusia,” ujarnya dikutip Antara.

Lewat unggahan di media sosial, Zelenskyy juga menekankan bahwa upaya mendorong kesepakatan damai tanpa adanya gencatan senjata justru berpotensi memperumit situasi.

Konflik Masih Panjang

Wacana terbaru ini memperlihatkan betapa rumitnya jalan menuju perdamaian di Ukraina. Usulan penyerahan Donbas bisa saja mempercepat berakhirnya perang, namun juga berisiko membuka babak baru perdebatan tentang kedaulatan dan keadilan internasional.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru