Empat Orang Tewas dalam Penusukan Massal di Taipei


 Empat Orang Tewas dalam Penusukan Massal di Taipei Empat Orang Tewas dalam Penusukan Massal di Taipei. (Freepik)

TAIPEI, ARAHKITA.COM - Sedikitnya empat orang tewas dalam insiden penusukan massal yang terjadi di pusat kota Taipei, Taiwan, Jumat malam waktu setempat. Serangan tersebut berlangsung di area padat aktivitas, termasuk Stasiun Utama Taipei dan kawasan perbelanjaan Zhongshan, sebelum akhirnya pelaku tewas saat melarikan diri dari kejaran polisi.

Pelaku penyerangan dilaporkan menggunakan pisau dan granat asap untuk menimbulkan kepanikan di tengah keramaian. Sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Salah satu korban tewas diketahui meninggal saat berupaya menghentikan aksi pelaku di dalam Stasiun Utama Taipei.

Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, dilansir The Guardian, menyebut insiden itu sebagai serangan serius yang mengguncang rasa aman warga. Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai, mengatakan pelaku memiliki catatan kriminal dan tengah dicari aparat penegak hukum sebelum kejadian berlangsung. Ia menegaskan serangan tersebut dilakukan secara sengaja, meski motifnya masih dalam penyelidikan.

Pelaku diidentifikasi sebagai pria berusia 27 tahun asal Taoyuan, wilayah utara Taiwan. Ia diketahui pernah menjadi tentara sukarelawan Angkatan Udara Taiwan dan bertugas di unit komunikasi radio dekat Bandara Songshan, Taipei, sebelum diberhentikan pada 2022. Media lokal melaporkan pelaku juga dicari jaksa karena dugaan menghindari wajib militer pada 2024.

Serangan bermula di Stasiun Utama Taipei pada jam sibuk sore hari. Pelaku diduga melempar granat asap ke dalam stasiun sebelum bergerak ke kawasan Zhongshan yang ramai. Rekaman saksi mata menunjukkan pelaku mengenakan pakaian gelap, masker, serta membawa beberapa senjata tajam, termasuk pisau panjang yang diikatkan di tubuhnya.

Dalam video lain, pelaku terlihat secara acak menyerang warga di sekitar pusat perbelanjaan dan stasiun kereta bawah tanah, sementara asap memenuhi area publik dan memaksa evakuasi massal. Warga yang berada di sekitar lokasi menggambarkan suasana mencekam dengan bau asap yang menyengat dan orang-orang berlarian mencari perlindungan.

Pengejaran polisi berakhir ketika pelaku jatuh dari sebuah gedung dan meninggal dunia. Aparat masih menyelidiki rangkaian peristiwa serta barang-barang yang ditemukan, termasuk tas hangus berisi benda yang diduga bom molotov dan granat asap replika yang dijual secara daring di Taiwan.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyatakan pemerintah akan meningkatkan pengamanan di seluruh negeri dan menegaskan tidak akan ada kelonggaran dalam menjaga keselamatan publik. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran, meskipun kejahatan kekerasan tergolong jarang terjadi di Taiwan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus penusukan di transportasi publik sempat mengguncang negara tersebut. Pemerintah dan operator transportasi kini semakin gencar mengedukasi warga tentang langkah darurat menghadapi serangan, termasuk melalui video keselamatan di kereta.

 

 
 
Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru