Loading
Arsip foto Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan awak media. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah terus mendorong penguatan sistem logistik nasional dengan membuka peluang investasi yang lebih luas bagi sektor swasta di angkutan logistik menggunakan kapal RoRo (roll-on/roll-off). Langkah ini dilakukan melalui penyederhanaan regulasi dan penghapusan berbagai hambatan yang selama ini dinilai mengurangi daya tarik investasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif agar pelaku usaha dapat menjalankan bisnis logistik laut dengan biaya yang lebih efisien.
"Kita menghilangkan obstacle atau berbagai halangan bagi mereka. Intinya kita buat prosesnya lebih mulus sehingga tidak ada additional cost yang harus mereka keluarkan," kata Dudy saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Jumat (26/6/2026) malam.
Menurut Dudy, pemerintah tidak akan membatasi siapa pun yang ingin menanamkan modal di sektor angkutan logistik kapal RoRo selama proyek tersebut memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.
Tak Ada Subsidi, Fokus pada Kemudahan Berusaha
Pemerintah memilih tidak memberikan subsidi kepada operator kapal RoRo. Sebab, layanan logistik merupakan aktivitas bisnis yang harus berjalan berdasarkan perhitungan ekonomi masing-masing perusahaan.
Sebagai gantinya, pemerintah berupaya memangkas berbagai hambatan usaha, mulai dari penyederhanaan proses perizinan hingga menghilangkan biaya-biaya tambahan yang selama ini membebani investor.
Dengan langkah tersebut, perusahaan diharapkan dapat lebih fokus mengelola biaya operasional sehingga efisiensi meningkat dan investasi menjadi semakin menarik.
Namun, Dudy mengingatkan bahwa keuntungan sebuah bisnis logistik tidak hanya bergantung pada kemudahan regulasi, tetapi juga pada besarnya permintaan pasar.
Pemerintah Siapkan Berbagai Insentif untuk Mendorong Permintaan
Untuk meningkatkan minat penggunaan kapal RoRo sebagai moda distribusi barang, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk insentif yang berfungsi sebagai katalis pertumbuhan permintaan.
"Insentif itu bisa bermacam-macam, yang penting mampu mendorong pertumbuhan demand. Saya tawarkan kepada siapa saja," ujar Dudy.
Dengan meningkatnya permintaan, layanan logistik berbasis kapal RoRo diharapkan menjadi semakin menarik bagi investor swasta.
ASDP Jadi Pelopor, Swasta Masih Menghitung Peluang
Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi perusahaan yang mulai mengambil langkah awal dengan merencanakan pengoperasian kapal RoRo khusus angkutan peti kemas di sejumlah rute.
Meski demikian, Dudy menegaskan pemerintah tidak dapat memaksa perusahaan swasta mengikuti langkah tersebut.
"Kalau swasta belum berani masuk, saya juga tidak bisa memaksa. Semua kembali pada perhitungan bisnis masing-masing perusahaan," katanya dikutip Antara.
Menurutnya, setiap perusahaan memiliki kemampuan pendanaan, strategi investasi, dan tingkat toleransi risiko yang berbeda sehingga keputusan investasi sangat bergantung pada penilaian masing-masing.
Kurangi Beban Jalan Raya
Pemerintah optimistis pengembangan angkutan logistik melalui kapal RoRo akan membawa dampak besar terhadap sistem distribusi nasional.
Sebagian pengiriman barang yang selama ini mengandalkan truk di jalan raya dapat dialihkan ke jalur laut sehingga mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.
Dudy menilai semakin kompetitif biaya pengiriman menggunakan kapal RoRo dibandingkan angkutan darat, maka semakin besar pula peluang pelaku usaha beralih menggunakan jalur laut.
Dengan meningkatnya investasi, dukungan regulasi, serta tumbuhnya permintaan pasar, pemerintah berharap angkutan logistik berbasis kapal RoRo dapat menjadi salah satu tulang punggung distribusi barang nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan mampu memperkuat konektivitas antardaerah di Indonesia.