Loading
1Arsip - Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit berbicara dalam KTT Baghdad di Baghdad, Irak, 28 Agustus 2021. (ANTARA/Kantor Media PM Irak/HO-Reuters/as)
KAIRO/ISTAMBUL, ARAHKITA.COM - Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) secara tegas mengecam keputusan Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka. Kedua organisasi menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional serta mencederai kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menyebut pengakuan sepihak Israel sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam tatanan hukum global.
“Ini adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan pelanggaran mencolok terhadap prinsip persatuan dan kedaulatan negara,” ujar Aboul Gheit dalam pernyataan resminya, Jumat (26/12/2025).
Baca juga:
Israel Belum Sepenuhnya Buka Blokade, Bantuan Internasional untuk Gaza Masih Belum MencukupiIa memperingatkan bahwa pengakuan sepihak terhadap wilayah yang memisahkan diri dapat menjadi preseden berbahaya bagi stabilitas global.
“Setiap upaya untuk memaksakan pengakuan sepihak merupakan campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan internal Somalia dan mengancam keamanan serta stabilitas regional maupun internasional,” tegasnya.
Sikap serupa disampaikan oleh GCC. Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Albudaiwi, menilai keputusan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
“Pengakuan ini adalah preseden berbahaya yang berpotensi merusak fondasi stabilitas di kawasan Tanduk Afrika dan membuka pintu bagi meningkatnya ketegangan serta konflik,” kata Albudaiwi.
Ia menambahkan bahwa langkah Israel bertolak belakang dengan berbagai upaya regional dan internasional yang selama ini diarahkan untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Afrika Timur.
Albudaiwi juga menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota GCC untuk terus mendukung Somalia.
"GCC berdiri bersama Somalia dalam segala hal yang memperkuat keamanan, stabilitas, kedaulatan, dan integritas wilayahnya, demi kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Somalia,” ujarnya, seperti yang dikutip dari Antara
Israel tercatat sebagai negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat. Wilayah tersebut mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991, namun hingga kini belum memperoleh pengakuan internasional secara luas.
Meski beroperasi secara de facto dengan sistem pemerintahan, politik, dan keamanan sendiri, Somaliland tetap dianggap bagian dari Somalia oleh pemerintah pusat di Mogadishu. Pemerintah Somalia secara konsisten menolak segala bentuk pengakuan atau kesepakatan langsung dengan Somaliland, karena dinilai melanggar kedaulatan dan persatuan nasional.