Loading
Sekitar 130 orang berlindung di dalam kuil Shinto setelah jalan-jalan di sekitarnya ditutup. (bbc.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hujan salju lebat yang melanda Jepang memaksa ratusan orang terjebak dan mengungsi sementara di sebuah kuil Shinto yang berada di kawasan pegunungan. Sedikitnya 130 orang dilaporkan bermalam di aula dan lobi Kuil Mitsumine, Prefektur Saitama, setelah akses jalan di sekitarnya ditutup demi alasan keselamatan.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, ketika salju turun dengan intensitas tinggi dan membuat kondisi jalan sangat berbahaya. Jalan menuju dan dari area kuil ditutup menyusul sejumlah insiden, termasuk mobil yang tergelincir akibat permukaan jalan yang licin. Informasi ini dilaporkan oleh media penyiaran publik Jepang, NHK, sebagaimana dikutip dari bbc.com.
Otoritas setempat menyebutkan sekitar 50 kendaraan ikut terpaksa bermalam di kompleks kuil. Meski harus menghadapi suhu ekstrem dan keterbatasan fasilitas, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun laporan warga yang jatuh sakit selama kejadian tersebut.
Badan Meteorologi Jepang mencatat, dalam 72 jam terakhir, ketebalan salju di sejumlah wilayah negeri itu mencapai hingga 80 sentimeter. Gelombang udara dingin yang masih aktif diperkirakan akan memicu tambahan salju hingga 40 sentimeter di beberapa daerah pada akhir pekan. Di sekitar kawasan kuil, suhu bahkan sempat turun hingga minus 15 derajat Celsius, memperparah risiko kecelakaan.
Berada di ketinggian sekitar 1.110 meter di atas permukaan laut, Kuil Mitsumine memang dikenal rawan cuaca ekstrem saat musim dingin. Terletak di pegunungan dekat kota Chichibu, kuil ini merupakan salah satu pusat ibadah Shinto yang populer dan kerap dikunjungi peziarah maupun wisatawan.
Secara historis, Kuil Mitsumine didedikasikan untuk Izanami dan Izanagi, sepasang dewa dalam kepercayaan Shinto yang diyakini menciptakan kepulauan Jepang. Kuil ini konon didirikan pada abad pertama oleh Pangeran Yamato Takeru no Mikoto, putra Kaisar Keikō. Hingga kini, tempat ibadah tersebut tetap menjadi simbol spiritual penting, sekaligus saksi bagaimana alam dapat menunjukkan kekuatannya di luar kendali manusia.