PM Denmark Minta AS Berhenti Ancam Greenland


 PM Denmark Minta AS Berhenti Ancam Greenland Greenland. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Denmark menyerukan Amerika Serikat untuk berhenti mengancam Greenland setelah Presiden Donald Trump kembali menyatakan bahwa wilayah otonom tersebut sangat dibutuhkan oleh Washington. Pernyataan itu disampaikan menyusul operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa pernyataan dan sikap Amerika Serikat terkait Greenland tidak dapat diterima. Ia meminta Washington menghentikan ancaman terhadap sekutu lamanya tersebut.

“Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada Amerika Serikat: sungguh tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa AS harus mengambil kendali atas Greenland,” kata Frederiksen dalam pernyataan resminya pada Minggu malam. Ia juga menyerukan agar AS berhenti mengancam sekutu historisnya.

Kekhawatiran Denmark, dilansir CNA, meningkat setelah Trump menyampaikan kepada media AS bahwa Amerika Serikat “benar-benar” membutuhkan Greenland. Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Washington melancarkan intervensi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian ditahan di New York.

Tindakan AS di Venezuela mengguncang sekutu-sekutu Eropa, terutama setelah Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menguasai Venezuela tanpa batas waktu serta memanfaatkan cadangan minyak negara tersebut. Situasi ini memicu kembali kecemasan di Eropa mengenai kemungkinan sikap serupa AS terhadap Greenland.

Trump berulang kali menyebut bahwa penguasaan Greenland penting bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, mengingat letaknya yang strategis di kawasan Arktik. Selain itu, Greenland juga memiliki cadangan mineral penting yang dibutuhkan sektor teknologi tinggi.

Dalam wawancara telepon dengan majalah The Atlantic, Trump ditanya mengenai implikasi operasi

militer Venezuela terhadap Greenland. Ia mengatakan bahwa hal tersebut terserah pada pihak lain untuk menilainya. “Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa AS membutuhkan Greenland untuk kepentingan pertahanan.

Ketegangan semakin meningkat setelah Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar Greenland dengan warna bendera Amerika Serikat di media sosial X. Unggahan tersebut disertai satu kata, “SEGERA”, yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut unggahan tersebut sebagai tindakan tidak sopan. Ia menegaskan bahwa hubungan antarnegara harus dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan simbol yang mengabaikan status dan hak suatu wilayah. Meski demikian, ia menekankan bahwa Greenland tidak untuk dijual dan masa depannya tidak ditentukan oleh unggahan media sosial.

Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat, Jesper Moeller Soerensen, juga menyuarakan keprihatinan dengan menekankan pentingnya penghormatan terhadap integritas teritorial Denmark. Ia mengingatkan bahwa Denmark, sebagai anggota NATO, telah meningkatkan upaya keamanan di kawasan Arktik dan bekerja sama erat dengan Amerika Serikat.

“Kita adalah sekutu dekat dan harus terus bekerja sama seperti itu,” tulis Soerensen, seraya menegaskan harapan agar hubungan bilateral tetap dilandasi rasa saling menghormati.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru