Jumat, 23 Januari 2026

Terungkap, Trump Beli Obligasi Netflix dan Warner Bros Senilai hingga 1 Juta Dolar


 Terungkap, Trump Beli Obligasi Netflix dan Warner Bros Senilai hingga 1 Juta Dolar Terungkap Trump Beli Obligasi Netflix dan Warner Bros Senilai Hingga 1 Juta Dol

WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Donald Trump membeli obligasi korporasi milik Netflix dan Warner Bros hanya beberapa hari setelah pengumuman kesepakatan besar senilai 83 miliar dolar AS antara kedua perusahaan media tersebut. Informasi ini terungkap dalam laporan pengungkapan keuangan yang dirilis Gedung Putih pada Kamis malam.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Trump membeli surat utang yang diterbitkan oleh Netflix dan Warner Bros. Discovery, masing-masing dengan nilai hingga 1 juta dolar AS. Pembelian dilakukan dalam dua tahap untuk setiap perusahaan, dengan nilai setiap tranche berkisar antara 250.001 hingga 500.000 dolar AS.

Trump, dilansir The Independent, tercatat membeli dua set obligasi Netflix pada 12 Desember dan 16 Desember. Pada tanggal yang sama, ia juga mengakuisisi dua tranche obligasi Warner Bros. Discovery dengan nilai serupa. Transaksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Netflix mengumumkan rencana penggabungan besar yang akan mengakuisisi sebagian besar aset Warner Bros. Discovery.

Selain transaksi tersebut, laporan keuangan juga mencantumkan hampir 200 pembelian obligasi korporasi dan obligasi pemerintah daerah yang dilakukan Trump sepanjang November dan Desember, dengan total nilai melebihi 100 juta dolar AS. Sejumlah perusahaan besar yang obligasinya dibeli antara lain SiriusXM, Boeing, Macy’s, dan General Motors.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Bloomberg bahwa keputusan pembelian obligasi tersebut dibuat oleh penasihat keuangan independen, bukan oleh Trump secara langsung maupun oleh anggota keluarganya. Penjelasan serupa juga pernah disampaikan Gedung Putih saat pengungkapan keuangan Trump dirilis pada Agustus lalu.

Penggabungan antara Netflix dan Warner Bros. Discovery diumumkan pada 5 Desember. Dalam kesepakatan ini, Netflix akan mengakuisisi studio Warner, HBO, dan HBO Max. Sementara itu, sebagian besar aset kabel Warner Bros., termasuk CNN, TNT, dan TBS, akan dipisahkan dan ditempatkan dalam perusahaan terpisah.

Di tengah proses tersebut, Paramount yang dipimpin David Ellison melancarkan upaya pengambilalihan terhadap Warner Bros. Discovery dan mengajukan tawaran balasan yang ditolak dewan direksi WBD. Paramount bahkan mengajukan gugatan untuk meminta informasi lebih rinci terkait valuasi CNN dan aset kabel lain yang akan dipisahkan ke Discovery Global.

David Ellison, putra pendiri Oracle Larry Ellison, dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan Trump. Ia juga disebut-sebut menjanjikan perubahan besar di CNN apabila Warner Bros. diakuisisi. Namun Ellison berpendapat bahwa aset kabel Warner memiliki nilai yang sangat rendah, sehingga pemegang saham WBD seharusnya menolak tawaran Netflix karena perbedaan valuasi saham.

Trump sendiri menyatakan akan terlibat aktif dalam proses persetujuan regulasi penggabungan tersebut. Ia juga sempat memuji co-CEO Netflix, Ted Sarandos, sebagai sosok yang fantastis dalam sejumlah pertemuan dengan eksekutif media. Namun di saat yang sama, Trump membagikan artikel dari media sayap kanan One America News di platform Truth Social yang mengkritik merger Netflix dan Warner Bros, menyebutnya sebagai bentuk monopoli media yang bersifat woke.

Menanggapi unggahan tersebut, Ted Sarandos mengatakan kepada New York Times bahwa dirinya tidak memahami alasan Trump membagikan artikel itu. Ia menegaskan tidak pernah membahas isu yang diangkat dalam artikel tersebut dengan Trump dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru