Senin, 26 Januari 2026

Indonesia Gabung Board of Peace, Menlu Pastikan Bukan ‘Tandingan‘ PBB


 Indonesia Gabung Board of Peace, Menlu Pastikan Bukan ‘Tandingan‘ PBB Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangan di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026), (ANTARA/Aria Cindyara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pembentukan Board of Peace (BoP) tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga perdamaian, khususnya di Gaza, Palestina. Pernyataan itu disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat.

“Apakah ini akan menggantikan PBB? Tentu saja tidak,” tegas Sugiono.

Menurut dia, Board of Peace adalah sebuah badan internasional yang lahir dari kepedulian sejumlah negara terhadap situasi konflik yang terus memanas. Fokus utamanya adalah mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas, terutama di wilayah Gaza yang hingga kini masih dibayangi krisis kemanusiaan dan ancaman keamanan.

Sugiono menekankan, BoP bukan dibentuk untuk mengambil alih mandat PBB. Sebaliknya, BoP hadir sebagai bagian dari dorongan bersama negara-negara yang merasa perlu ikut terlibat aktif dalam upaya perdamaian.

“Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza,” ujarnya.

Indonesia Memilih Ikut Terlibat

Sugiono menjelaskan, Indonesia memandang upaya perdamaian tidak cukup hanya didukung lewat pernyataan, tetapi perlu dibuktikan melalui keterlibatan dalam forum-forum internasional yang relevan. Karena itu, pemerintah memutuskan bergabung dengan Board of Peace.

“Dan karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut. Indonesia memutuskan untuk bergabung,” katanya.

Meski proses pembentukan BoP berlangsung cukup cepat, Sugiono menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto dilakukan setelah menimbang berbagai aspek strategis.

“Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, pada stabilitas internasional dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina. Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya,” tutur Menlu.

Keputusan itu juga disebut melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York, yang selama ini menjadi salah satu kelompok penting dalam pembahasan isu Palestina di level global.

Sejumlah Negara Sepakat Gabung

Sugiono mengungkapkan, beberapa negara telah menyepakati keikutsertaan dalam Board of Peace. Negara-negara itu antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.

“Dua hari sebelum penandatanganan, semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace,” ujarnya dikutip Antara.

Menlu menyatakan optimistis BoP dapat menjadi langkah nyata yang sudah lama dinantikan untuk ikut mengawal proses perdamaian Palestina. Ia berharap, kehadiran negara-negara anggota dapat memastikan langkah-langkah yang ditempuh tetap berpihak pada tujuan utama: kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

“Kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan untuk tercapainya solusi dua negara,” kata Sugiono.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru