Loading
Arsip foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Wash
WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah resmi berakhir, meskipun situasi keamanan di Timur Tengah masih dianggap belum sepenuhnya stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam surat resmi kepada Kongres AS pada Jumat (1/5/2026), di tengah kewajiban hukum yang membatasi operasi militer tanpa otorisasi selama 60 hari.
Dalam surat itu, Trump menjelaskan bahwa pada 7 April 2026 dirinya telah memerintahkan gencatan senjata selama dua pekan yang kemudian diperpanjang, sehingga tidak ada lagi kontak tembak antara pasukan AS dan Iran sejak tanggal tersebut.
“Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir,” tulis Trump dalam suratnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran masih dianggap sebagai ancaman signifikan bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Oleh karena itu, struktur militer AS tetap melakukan penyesuaian di kawasan Timur Tengah.
Trump menyebut bahwa Departemen Perang AS terus memperbarui posisi kekuatan militernya di sejumlah wilayah sesuai kebutuhan untuk menghadapi potensi ancaman dari Iran maupun kelompok yang disebut sebagai proksi Iran.
“Langkah ini dilakukan untuk melindungi Amerika Serikat, sekutu, dan mitra kami,” demikian isi surat tersebut.
Di sisi lain, Pentagon dilaporkan masih mempertahankan kesiapsiagaan militer di kawasan, mengingat dinamika geopolitik di Timur Tengah yang masih fluktuatif meskipun konflik aktif disebut telah mereda.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena muncul di tengah upaya diplomasi internasional yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.