JAKARTA, ARAHKITA.COM - Media pemerintah Iran mengkonfirmasi bahwa emimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei telah tewas. Laporan tersebut menyebutkan pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur nasional tujuh hari setelah kematiannya.
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali,” kata kantor berita tersebut pada Sabtu malam, setelah melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga pemimpin tersebut telah tewas.
Media pemerintah, dilansir The Independent, menyatakan Khamenei tewas di kantornya pada Sabtu dini hari. Informasi ini muncul setelah serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam sedikitnya empat bangunan di kompleks pemimpin tertinggi di Teheran.
Beberapa jam sebelum laporan resmi tersebut, mantan presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut. Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh pemberitaan dua kantor berita Iran, Tasnim dan Fars, yang juga melaporkan kematian pemimpin tertinggi itu.
Setidaknya 108 orang tewas dalam serangan terhadap sekolah dasar putri di Iran selatan, sebagian besar adalah anak-anak, kata gubernur setempat. Bulan Sabit Merah Iran mengatakan setidaknya 201 orang tewas dalam serangan AS-Israel, menurut media Iran.
Pasukan Iran membalas dengan membombardir pangkalan militer AS dan Israel di seluruh Timur Tengah, termasuk di Dubai dan Qatar, yang memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Pejabat Iran menyebut serangan terhadap mereka sebagai ilegal dan menyerukan agar AS dan Israel dimintai pertanggungjawaban.Kirim masukan