Trump Sebut Operasi Militer AS terhadap Iran Lebih Mudah dari Perkiraan


 Trump Sebut Operasi Militer AS terhadap Iran Lebih Mudah dari Perkiraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ANTARAAnadolu Ajansi

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran berjalan lebih mudah dari yang sebelumnya diperkirakan oleh Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat kunjungannya ke kota Cincinnati, negara bagian Ohio, pada Rabu (11/3/2026) ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai status operasi tersebut.

Trump diminta menjelaskan apakah aksi militer itu dapat dianggap sebagai perang atau hanya sebuah operasi terbatas.

“Ya, ini bisa disebut keduanya. Bagi mereka ini perang, tetapi bagi kami ternyata lebih mudah dari yang kami duga,” kata Trump kepada para wartawan.

Sebelumnya, pada awal Maret lalu, Trump juga menggambarkan operasi di kawasan Timur Tengah sebagai sebuah “ekspedisi singkat”.

Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menimbulkan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Washington dan Tel Aviv awalnya menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk mengatasi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun kemudian kedua negara itu juga menegaskan bahwa serangan tersebut terkait dengan upaya mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Dalam hari pertama operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi.

Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Kematian Khamenei memicu reaksi keras dari sejumlah negara, termasuk Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam tindakan tersebut dan menyebut pembunuhan pemimpin Iran sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer yang dilakukan AS dan Israel serta mendesak agar dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan di kawasan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru