Iran Klaim 223 Perempuan dan 202 Anak Jadi Korban Serangan AS–Israel


 Iran Klaim 223 Perempuan dan 202 Anak Jadi Korban Serangan AS–Israel Puing-puing itu terlihat di Teheran, Iran, 3 Maret 2026. Operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran memasuki hari keempat. Jumlah korban tewas di Iran naik menjadi 787, menurut Bulan Sabit Merah Iran. (ANTARA/Xinhua/Shadati.)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Iran melaporkan ratusan korban sipil dalam rangkaian serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi sejak akhir Februari 2026.

Kementerian Kesehatan Iran pada Minggu (15/3/2026) menyebutkan bahwa setidaknya 223 perempuan dan 202 anak-anak tewas sejak serangan dimulai pada 28 Februari.

Data tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi kementerian yang dikutip oleh Kantor Berita Fars.

Menurut laporan itu, di antara para korban terdapat tiga perempuan yang sedang hamil serta 12 anak berusia di bawah lima tahun. Selain korban meninggal, sedikitnya 41 anak dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah Iran.

Infrastruktur Kesehatan Ikut Terdampak

Selain korban jiwa, konflik yang meningkat juga berdampak pada sektor kesehatan Iran. Kementerian Kesehatan Iran menyebut sekitar 153 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, mulai dari klinik hingga pusat pelayanan medis di berbagai kota.Kerusakan ini dinilai memperberat penanganan korban luka yang terus berdatangan sejak serangan dimulai.

Ketegangan Meningkat Sejak Akhir Februari

Permusuhan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat tajam sejak 28 Februari 2026, ketika kedua negara tersebut melancarkan serangan militer gabungan ke sejumlah target di Iran.

Serangan itu disebut telah menewaskan sekitar 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Situasi kemudian berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.

Iran Membalas dengan Drone dan Rudal

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menargetkan wilayah Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Hingga kini, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih terus meningkat dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara lain di kawasan tersebut.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru