Jepang Minta Bantuan Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Hormuz


 Jepang Minta Bantuan Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Hormuz Arsip foto: Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ANTARAAnadolupy

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali mengguncang stabilitas energi global. Kali ini, Jepang bergerak cepat.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, secara langsung meminta dukungan Arab Saudi untuk memastikan pasokan minyak tetap aman di tengah krisis di Selat Hormuz.

Permintaan itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Kamis.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Ketegangan memuncak setelah serangan gabungan AS–Israel memicu reaksi keras dari Iran, yang kemudian menutup akses di Selat Hormuz—jalur vital bagi distribusi minyak dunia.

Sebagai respons cepat, Arab Saudi sebelumnya telah membantu Jepang dengan mengalihkan pengiriman minyak melalui jalur alternatif, yakni Laut Merah. Langkah ini menjadi penyelamat sementara bagi kebutuhan energi Jepang.

Takaichi pun menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, sekaligus berharap kerja sama bisa ditingkatkan di tengah situasi yang masih belum stabil.

Respons Positif Arab Saudi

Menanggapi permintaan Tokyo, Mohammed bin Salman menyatakan kesiapan Arab Saudi untuk terus menjaga stabilitas pasokan energi global, termasuk bagi Jepang.

Komitmen ini menjadi sinyal penting bahwa Riyadh tetap memainkan peran strategis sebagai penyangga energi dunia, terutama di saat krisis.

Upaya Redakan Ketegangan

Tak hanya fokus pada energi, kedua pemimpin juga sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam meredakan konflik di Timur Tengah.

Saat ini, Arab Saudi diketahui tengah bekerja sama dengan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Kerja Sama Meluas ke Teknologi dan Ekonomi

Menariknya, pembicaraan tidak hanya berhenti pada isu energi dan geopolitik.

Jepang dan Arab Saudi juga sepakat memperluas kerja sama ke berbagai sektor masa depan, seperti:

  • eSports dan industri gim
  • teknologi antariksa
  • kecerdasan buatan (AI)
  • investasi strategis

Kedua negara bahkan menyatakan komitmen untuk mendukung kesuksesan World Expo 2030 yang akan digelar di Riyadh.

Sebagai catatan, Jepang sebelumnya sukses menjadi tuan rumah World Expo Osaka 2025, yang memperkuat posisinya dalam diplomasi global berbasis inovasi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru