(Kiri ke kanan) Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Kabar optimistis datang dari pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memprediksi ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 5,5 persen pada kuartal I 2026.
Meski angka resmi masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), Airlangga menilai fondasi pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini tergolong kuat.
“Secara fundamental cukup baik, dan angkanya diperkirakan mencapai atau bahkan lebih dari 5,5 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Konsumsi hingga THR Jadi Mesin Utama
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penggerak, terutama dari sisi domestik.
Baca juga:
LPEM FEB UI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Hanya 4,8 Persen, Ini PenyebabnyaMulai dari konsumsi rumah tangga yang tetap solid, pencairan tunjangan hari raya (THR), hingga belanja pemerintah dan stimulus ekonomi yang nilainya mencapai sekitar Rp809 triliun.
Kombinasi ini membuat daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga mulai menyiapkan dorongan lanjutan di kuartal II. Salah satunya melalui pembayaran gaji ke-13 pada Juni serta keberlanjutan program perlindungan sosial (social safety net).
Investasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi
Selain konsumsi, sektor investasi disebut menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.Pemerintah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp2.041,3 triliun—angka yang tidak kecil dan menjadi indikator penting kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Untuk memastikan target ini tercapai, pemerintah juga mendorong percepatan berbagai proyek melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden terbaru.
Langkah lain yang dilakukan adalah debottlenecking, yaitu mengatasi hambatan investasi agar proyek yang sudah masuk bisa segera berjalan sesuai rencana dikutip Antara.
Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global
Airlangga menegaskan, menjaga iklim investasi tetap kondusif menjadi kunci agar ekonomi Indonesia terus tumbuh stabil, bahkan di tengah kondisi global yang penuh tantangan.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bisa mencapai minimal 5,4 persen.
“Ini bukan angka kecil. Perlu dijaga bersama karena investasi adalah pengungkit utama perekonomian kita,” tegasnya.