AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ketegangan Memanas


 AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ketegangan Memanas Kompleks Sa'dabad yang bersejarah, yang rusak akibat serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari di Teheran, Iran pada 18 Maret 2026. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Amerika Serikat mengimbau seluruh warga negaranya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, menyusul situasi keamanan yang belum stabil meski sebagian wilayah udara telah kembali dibuka.

Imbauan ini disampaikan melalui Kedutaan Besar Virtual AS untuk Iran pada Rabu (22/4/2026).

“Mulai 21 April, wilayah udara Iran telah dibuka kembali sebagian. Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran, memantau media lokal, dan berkonsultasi dengan maskapai penerbangan komersial untuk informasi penerbangan keluar,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Selain jalur udara, warga AS juga disarankan untuk keluar melalui jalur darat menuju negara-negara tetangga seperti Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Turkmenistan.

Namun, pemerintah AS secara tegas memperingatkan agar tidak melintasi wilayah Afghanistan, Irak, maupun Pakistan karena risiko keamanan yang tinggi.

“Jika Anda tidak meninggalkan Iran, kami meminta semua warga Amerika untuk tetap berada di tempat tinggal hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hindari jendela dan tetap berada di dalam bangunan,” lanjut imbauan tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak terjadinya serangan militer pada 28 Februari yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dan memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pada 7 April, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan konkret.

Meski belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka, situasi tetap tegang. Bahkan, AS dilaporkan mulai melakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Di tengah dinamika tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan memperpanjang masa gencatan senjata guna memberi kesempatan bagi Teheran untuk menyusun proposal baru.

Trump juga mengklaim bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka dalam waktu dekat.

“Kami melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam 36 hingga 72 jam ke depan,” ujar Trump.

Hingga kini, berbagai pihak internasional masih berupaya mendorong dialog lanjutan guna meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru